2 Jalur Pendakian Resmi Gunung Ungaran (Update 2023)

Jalur Pendakian Resmi Gunung Ungaran

Menurut data statistik terbaru, jumlah pendaki di Gunung Ungaran semakin meningkat dari tahun ke tahun. Oleh karena itu, kami ingin memperkenalkan dua jalur pendakian resmi terbaru dan paling update di tahun 2023 yang bisa kamu coba. Siapa tahu, kamu akan menemukan tantangan dan keindahan alam yang nggak pernah kamu bayangkan sebelumnya. Yuk, simak selengkapnya!

Table of Contents

Sekilas tentang gunung ungaran.

Foto Gunung Ungaran Dari Kejauhan

Gunung Ungaran (2.050 m)merupakan gunung api tipe C ( stratovolcano ) yang terletak di Ungaran, kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Gunung Ungaran atau dulunya dikenal dengan nama Gunung Karundungan/Gunung Karurungan merupakan adalah gunung berapi yang telah mati suri dalam kurun waktu yang relatif panjang.

Konon, letusan dahsyat Gunung Ungaran terakhir kali terjadi pada zaman kerajaan. Pada letusan dahsyat tersebut, 2/3 bagian puncak Gunung Ungaran hancur. Dan bekasnya masih terlihat sampai sekarang.

Saat ini, Gunung Ungaran tidak menunjukkan aktivitas vulkanologi yang tinggi. Sehingga, aman untuk melakukan aktivitas hiking di Gunung Ungaran.

Ngomong-ngomong soal hiking , mungkin kamu bertanya, apa sih yang membuat orang-orang suka mendaki Gunung Ungaran? Apa spesialnya?

Well, setidaknya ada 5 alasan kenapa Gunung Ungaran menjadi favorit banyak pendaki gunung:

  • Pertama, jalur pendakiannya relatif pendek dan ramah untuk pendaki pemula. Jalur pendakian Gunung Ungaran didominasi trek yang landai dan waktu tempuhnya hanya sekitar 3-5 jam perjalanan. Dengan pertimbangan tersebut, Gunung Ungaran menjadi gunung favorit para pendaki pemula yang ingin mencoba hobi mendaki gunung. Karena cukup 2 hari 1 malam, para pendaki pemula bisa merasakan asyiknya camping dan mendaki gunung.
  • Kedua , pemandangan alamnya memesona. Pemandangan alam di Gunung Ungaran sangat cantik. Kamu bisa melihat perkebunan teh yang hijau di kebun teh Medini. Hutan pinus yang asri. Dan saat cuaca cerah, dari puncak Ungaran, kamu bisa memandangi keindahan Kota Semarang dan Laut Jawa. Dan saat sunrise , kamu bisa melihat siluet keindahan deretan gunung populer di Jawa Tengah. Misalnya, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Gunung Kendalisodo, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Prau. Belum cukup sampai di situ, dari Puncak Ungaran, kamu juga bisa melihat keindahan Rawa Pening dari kejauhan.
  • Ketiga , ada 3 puncak dengan pemandangan yang berbeda-beda. Gunung Ungaran memiliki 3 puncak dalam satu gunung, yaitu Puncak Ungaran/Banteng Raiders, Puncak Botak, Puncak Bondolan. Dari ketiga puncak tersebut, kamu akan mendapatkan pemandangan alam yang spesial. Ada pemandangan lembah hijau, perbukitan, hingga samudera di atas awan yang cantik.
  • Keempat , area camping ground yang asyik, nyaman dan memesona. Bagi pendaki yang malas ke Puncak Ungaran, kamu bisa camping ceria di lereng Ungaran, seperti di Mawar Camp – Ungaran. Mawar Camp Ungaran merupakan salah satu tempat camping di Semarang favorit wisatawan. Karena tempatnya asri, pemandangannya bagus dan dekat dengan taman wisata Umbul Sidomukti. Setali tiga uang, kamu bisa camping dan jalan-jalan dalam sekali waktu. Makanya, tak heran banyak rombongan keluarga berkemah di sini.
  • Kelima , fasilitas wisata lengkap. Karena dinas pariwisata Kota Semarang lagi getol menggarap potensi desa wisata lereng Ungaran, maka fasilitas penunjang wisata semakin lengkap. Basecamp pendakian bersih dan terawat. Kamar mandi, tempat ibadah, sumber air, tempat sampah dan objek wisata penunjang dibangun dengan baik. Dan keamanan para wisatawan lebih diperhatikan dengan adanya tim SAT dan relawan anak gunung yang selalu siaga untuk membantu para pendaki yang terkena musibah.

Selain pesona alam yang memesona dari puncak Ungaran, Gunung Ungaran juga menyimpan berbagai potensi tempat wisata menarik, di antaranya:

  • Umbul Sidomukti Ungaran
  • Curug Benowo
  • Watu Gunung Ungaran
  • Curug Lawe Ungaran
  • Curug Semirang Ungaran
  • Candi Gedong Songo
  • Mata Air Senjoyo
  • Obyek Wisata Watu Gunung
  • Tirto Agung Siwarak
  • Bukit Lerep Indah
  • Vanaprastha Park
  • Ampel Gading Homland
  • Curug Gending Asmoro
  • Umbul Songo Kopeng
  • Kolam Renang Cinta Candi Liyangan
  • Wisata Embung Kledung
  • Sendang Sengon
  • Curug Surodipo
  • Brown Canyon Ungaran

Wahana wisata alam di lereng Gunung Ungaran tersebut sangat cocok untuk rekreasi bersama teman, rekan kantor, keluarga atau pasangan. Suasanya tempat wisata alamnya sangat sejuk, indah dan asri. Di beberapa lokasi wisata alam juga tersedia spot camping . Jadi, kalau kamu sedang malas mendaki, kamu bisa berkemah dan bersantai di sana.

Jalur pendakian resmi Gunung Ungaran

Di awal artikel, kami telah menjelaskan sekilas tentang Gunung Ungaran. Mulai dari kondisi alam, pesona alam, dan karakteristik Gunung Ungaran. Anggap saja, itu pengetahuan umum bagi para pendaki yang ingin mendaki Gunung Ungaran.

Nah, mulai dari sini, kami akan menjelaskan secara lebih mendalam terkait jalur pendakian resmi Gunung Ungaran.

Siap? Lanjut ya?

Secara resmi, hanya ada 2 jalur pendakian resmi Gunung Ungaran, yaitu:

Jalur pendakian Gunung Ungaran via Mawar

Jalur pendakian gunung ungaran via parantunan.

Catatan: Selain kedua jalur pendakian resmi di atas, ada 3 jalur pendakian Gunung Ungaran lainnya, yaitu: jalur pendakian Gunung Ungaran via Gedong Songo, jalur pendakian Gunung Ungaran via Promasan dan jalur pendakian Gunung Ungaran via Medini . Akan tetapi, ketiga jalur pendakian tersebut belum terdaftar secara resmi menjadi jalur pendakian untuk umum. Jadi, kami tidak mengulasnya.

Makin penasaran? Pada ulasan selanjutnya, kami akan membahas secara mendalam setiap jalur pendakian resmi Gunung Ungaran di atas. Yuk, lanjut baca.

Gerbang Jalur Pendakian Gunung Ungaran Via Mawar

Jalur pendakian Gunung Ungaran via Mawar merupakan jalur pendakian Gunung Ungaran favorit para pendaki pemula. Karena jalur Mawar memiliki jalur yang relatif landai, waktu tempuh cepat dan area camping ground yang nyaman.

Lokasi basecamp pendakian Gunung Ungaran via Mawar berada di Kluwihan, Sidomukti, Kec. Bandungan, Kabupaten Semarang. Dari pasar Jimbaran, kamu ambil arah naik searah dengan jalan menuju objek wisata Umbul Sidomukti. Dari Umbul Sidomukti nanti naik lagi ke arah Mawar Camp – Gunung Ungaran.

Mungkin kamu bertanya, “Kenapa jalur Mawar jadi jalur terfavorit para pendaki Gunung Ungaran? Ada 5 alasan yang melatarbelakangi kenapa jalur Mawar menjadi jalur favorit para pendaki:

  • Pertama , jalur pendakian Gunung Ungaran via Mawar merupakan jalur termudah untuk sampai ke Puncak Ungaran. Jika kita bandingkan jalur Mawar dengan jalur Promasan dan jalur Parantunan, jalur Mawar jauh lebih mudah untuk pendaki pemula. Jalurnya lebar, banyak yang landai, waktu tempuh relatif cepat dan papan petunjuk arahnya jelas.
  • Kedua , terdapat camping ground yang nyaman dengan fasilitas yang lengkap. Mawar Camp memberikan fasilitas camping yang nyaman bagi pendaki yang mager muncak dan para pendaki tektok . Beberapa pendaki tektok biasanya mendirikan tenda di camping ground Mawar untuk mengurangi bebannya (tenda, SB dan perlengkapan masak). Dengan begitu, mereka bisa mendaki dengan kecepatan penuh.
  • Ketiga , terdapat sumber air di jalur pendakian. Pada jalur Mawar, kamu akan menemukan sumber air di Pos 1, Pos 2 dan Pos 3. Sumber air sangat berharga bagi pendaki. Karena pendaki bisa mengambil air untuk keperluan minum dan memasak jika mereka kehabisan air saat pendakian.
  • Keempat , pemandangan alam di jalur pendakian sangat indah. Apabila kamu mendaki dari jalur Mawar, kamu akan melewati perbukitan yang indah, hutan pinus yang asri, perkebunan teh, hingga puncak Ungaran yang memesona.
  • Kelima , banyak lokasi ngecamp yang strategis. Dari jalur Mawar, kamu bisa mendapatkan beberapa lokasi ngecamp yang asyik. Mulai dari area camping ground Mawar, area kebun teh Promasan, area hutan pinus, camp area di sekitar puncak Ungaran.

Semakin tertarik untuk mendaki lewat jalur pendakian Mawar?

Sabar dulu, sebelum mendaki kamu perlu tahu tentang rute pendakian dan medan pendakian terlebih dahulu. Nah, spesial untuk kamu, kami bagikan peta pendakian dan rangkuman medan pendakian Gunung Ungaran via Mawar.

Berikut peta jalur pendakian Gunung Ungaran via Mawar:

Peta Jalur Pendakian Gunung Ungaran Via Mawar

Dari peta pendakian di atas, kamu akan mendapatkan gambaran besar tentang jalur pendakian . Biar pengetahuan kamu makin lengkap tentang jalur Mawar, kami tambahkan juga informasi terbaru medan pendakian dan estimasi waktu pendakian dari peta di atas. Simak rangkuman pendakian Gunung Ungaran via Mawar melalui tabel di bawah ini:

Rangkuman singkat tentang jalur pendakian Gunung Ungaran via Mawar.

  • Jarak total yang kamu tempuh dari basecamp Mawar sampai ke Puncak Ungaran adalah 2 km.
  • Terdapat pertemuan 2 jalur di pos 4, yaitu jalur Mawar dan jalur Promasan.
  • Dengan kondisi fisik yang bugar, kamu dapat menyelesaikan pendakian dari basecamp Mawar sampai ke puncak Ungaran dalam waktu 2 jam 45 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 3-4 jam perjalanan. Jadi, jangan memaksakan diri ya, sesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Terlebih, pendaki yang membawa rombongan cewek.

Area Camping Di Jalur Pendakian Gunung Ungaran Via Mawar Mawar Camp

FYI , untuk rekomendasi tempat ngecamp dari jalur Mawar, kami ada beberapa pilihan. Berikut 3 rekomendasi tempat ngecamp yang nyaman via jalur Mawar:

  • Pertama , Mawar Camp Area. Mawar Camp Area merupakan area camping di bawah pohon pinus yang letaknya dekat dengan pos registrasi. Area camp ini dekat dengan basecamp , kamar mandi, musala hingga warung warga. Biasanya, pendaki yang ngecamp di sini adalah pendaki yang pernah ke puncak dan paham jalur pendakian. Dan dia berencana melakukan pendakian tektok . Jadi, dia akan camping di area ini untuk nyantai . Nanti, kalau sudah saatnya summit attack , dia akan bangun dini hari dan bergegas muncak dengan kecepatan penuh dengan membawa bekal seperlunya. Untuk pendaki senior, ini nggak masalah, tapi kami tidak merekomendasikan untuk pendaki pemula. Karena bagi pendaki senior yang paham medan pendakian, jarak 2 km bisa diselesaikan dalam 2 jam perjalanan. Kalau pendaki pemula bisa menghabiskan waktu 3-4 jam perjalanan.
  • Kedua , Sabana kecil sebelum puncak Ungaran. Setelah pos 4, kamu akan menemukan sabana kecil yang memiliki beberapa area lapang. Lokasinya tepat sebelum puncak. Untuk pendaki pemula, kami merekomendasikan untuk ngecamp di sini. Karena dari area ini, kamu sudah mendapatkan pemandangan yang cukup bagus saat cuaca cerah. Jika kamu mendaki saat musim hujan, kami tidak merekomendasikan ngecamp di sini. Hal ini karena angin di sini, cukup kencang, dan air hutan dari atas bukit akan mengalir menuju tenda. Jika terpaksa ngecamp di sini saat musim hujan, kamu wajib membuat parit yang cukup dalam di sekeliling tenda agar air tidak mengalir masuk ke dalam tenda.
  • Ketiga , hutan kecil di samping puncak Banteng Raiders. Rekomendasi terakhir adalah di hutan kecil di samping puncak Banteng Raiders. Sebenarnya, kamu bisa ngecamp di puncak Ungaran, namun nantinya kamu pasti terganggu karena hilir-mudik pendaki yang baru sampai ke puncak. Jika kamu mencari tempat tenang, melipir sedikit ke hutan di samping puncak. Lokasinya cukup tenang dan nyaman.

Terakhir, saat mendaki Gunung Ungaran via Mawar, jangan buru-buru turun. Memang benar, jarak tempuhnya dekat dan waktu tempuhnya relatif pendek. Namun, ada banyak pesona alam memesona yang kamu lewatkan jika buru-buru turun.

Mulai dari pesona puncak Ungaran, puncak Bondolan, puncak Botak. Pemandangan lembah dan sabana gunung Ungaran. Pemandangan golden sunrise di langit Gunung Ungaran yang cantik serta kamu bisa melihat siluet keindahan deretan gunung-gunung terpopuler di Jawa Tengah. Misalnya, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Gunung Kendalisodo, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro hingga Gunung Prau. Belum cukup sampai di situ, dari Puncak Ungaran, kamu juga bisa melihat keindahan Rawa Pening dari kejauhan.

Makin tertarik untuk mendaki Gunung Ungaran? Yuk, liburan besok, naik ke Gunung Ungaran via Mawar.

Informasi penting dari pengelola jalur pendakian Gunung Ungaran via Mawar 1. Wajib dalam kondisi sehat. 2. Wajib membawa perlengkapan pendakian lengkap (peralatan pendakian, logistik, obat pribadi, dll) 3. Wajib registrasi dengan identitas 4. Wajib saling menghormati sesama pendaki 5. Wajib membawa turun kembali sampah pribadi atau rombangan pendakian 6. Dilarang mendirikan tenda di area puncak Tugu Raiders 7. Dilarang mendirikan tenda dijalur pendakian dan di dalam pos 8. Dilarang berbuat vandalisme, asusila dan pelanggaran hukum 9. Dilarang membawa/mengkonsumsi miras/narkoba 10. Dilarang membuat perapian di musim kemarau 11. Dilarang melakukan pendakian sendirian/solo hiking

Gerbang Jalur Pendakian Gunung Ungaran Via Parantunan

Jalur Perantunan merupakan jalur pendakian Gunung Ungaran dari sisi selatan Gunung Ungaran. Melalui jalur Parantunan, kamu dapat mendaki ketiga puncak sekaligus, yaitu Puncak Bondolan, Puncak Botak dan Puncak Tugu Banteng Raiders .

Memang jalur Parantunan tidak sepopuler jalur Mawar, tapi jalur ini menawarkan pengalaman mendaki yang istimewa. Karena jalur pendakiannya relatif landai, jarak antar posnya dekat dan jalur pendakian didominasi oleh jalan tanah.

Catatan : jalur pendakian Parantunan biasanya sering dipakai untuk latihan para trail runner . Karena jalur pendakian ini relatif sepi, jalur didominasi oleh jalan setapak tanah dan bisa untuk pendakian tektok .

Mulai tertarik untuk mendaki Gunung Ungaran via Parantunan?

Sebelum mendaki, pelajari dulu rute, jalur pendakian dan tingkat kesulitan dari medan pendakiannya. Nah, khusus untuk kamu yang mau mendaki, kami bagikan peta pendakian jalur Parantunan. Berikut peta jalur pendakian Gunung Ungaran via Parantunan:

Peta Jalur Pendakian Gunung Ungaran Via Parantunan

Dari peta pendakian di atas, kamu akan mendapatkan gambaran besar tentang jalur pendakian Gunung Ungaran via Parantunan. Biar pengetahuan kamu makin lengkap, kami tambahkan juga informasi terbaru medan pendakian dan estimasi waktu pendakian via jalur Parantunan. Simak rangkuman pendakian Gunung Ungaran via Parantunan melalui tabel di bawah ini:

Rangkuman singkat tentang jalur pendakian Gunung Ungaran via Parantunan.

  • Jarak total yang kamu tempuh dari basecamp Parantunan sampai ke Puncak Banteng Raiders adalah 3,45 km.
  • Dengan kondisi fisik yang bugar, kamu dapat menyelesaikan pendakian dari basecamp Parantunan sampai ke puncak Banteng Raiders dalam waktu 4 jam 30 menit. Namun, untuk pendaki pemula, biasanya butuh waktu 4-6 jam perjalanan. Jadi, jangan memaksakan diri ya, sesuaikan dengan kondisi fisik masing-masing. Terlebih, pendaki yang membawa rombongan cewek.
  • Puncak Tugu Banteng Raiders merupakan puncak tertinggi dari jalur Mawar, yaitu 2034 m. Dan puncak tertinggi dari jalur Parantunan adalah puncak Botak (2050 m).

Area Camping Di Puncak Bondolan Gunung Ungaran Via Parantunan

FYI, kebanyakan pendaki dari jalur Parantunan ngecamp di Puncak Bondolan, baru paginya ke puncak Botak dan lanjut ke Puncak Tugu Banteng Raiders. Kenapa tempat ngecamp favorit jalur Parantunan ada di puncak Bondolan?

  • Pertama , area campingnya luas dan nyaman. Di puncak Bondolan bisa muat untuk puluhan tenda. Kalau di puncak Botak hanya muat 2-3 tenda saja.
  • Kedua , jarak dari puncak Bondolan ke puncak Botak dekat. Jadi, jika kamu mau summit attack ke puncak Botak dan lanjut ke puncak Tugu Banteng Raiders, jaraknya relatif dekat.
  • Ketiga , saat cuaca cerah kamu akan mendapatkan pemandangan yang bagus karena sudah berada di atas bukit dengan area terbuka.

Terakhir, saat mendaki Gunung Ungaran via Parantunan, jangan buru-buru turun. Setelah ngecamp di puncak Bondolan, kamu bisa menikmati sunset dan sunrise di puncak Botak. Dari puncak Botak, kamu akan melihat pemandangan Gunung Sindoro-Sumbing dengan sangat jelas. Dan kamu bisa melihat perbukitan Gunung Ungaran yang cantik. Biasanya, para pendaki dari jalur Parantunan akan ngecamp di puncak Bondolan, setelah itu, paginya ke puncak Botak dan lanjut ke puncak Tugu Banteng Raiders. Dan jika beruntung, saat malam hari, pendaki akan melihat gemerlap Kota Semarang yang indah dan gugusan bintang cantik di atas langit Ungaran.

Seru ya? Semakin tertarik untuk ke Gunung Ungaran via Parantunan? Iya? Bagus. Liburan besok, ke sana ya. Hehe .

Informasi penting dari pengelola jalur pendakian Gunung Ungaran via Parantunan 2. Untuk keperluan registrasi, pendaki wajib membawa: 1. Kartu vaksin, 2. Fotokopi identitas (KTP), 3. Mengisi formulir checklist perlengkapan pendakian. 4. Membayar biaya registrasi sebesar Rp10.000/orang. 3. Dilarang melakukan vandalisme (corat-coret) di batu, bangunan maupun pepohonan yang ada di hutan 4. Pendaki dilarang membawa tisu basah, miras dan obat terlarang. 5. Pendaki dilarang membawa alat musik dan kembang api. 6. Pendaki dilarang membuang sampah sembarangan. Sampah pendakian wajib dibawa turun lagi. 7. Pendaki dilarang menebang pohon di Gunung Ungaran dan tidak boleh menyalakan api unggun.

Tempat fenomenal di Gunung Ungaran

Tempat Fenomenal Di Gunung Ungaran

  • Puncak Tugu Banteng Raiders
  • Puncak Botak
  • Puncak Bondolan
  • Kebun Teh Medini
  • Kebun Teh Promasan
  • Candi Promasan
  • Kawah belerang Gunung Ungaran
  • Pemandian air panas Gunung Ungaran
Baca lebih lanjut: 6 Jalur Pendakian Resmi Gunung Prau (Update 2022) »

🌄🥾 Apakah Kamu pencinta alam dan pendaki gunung? Segera gabung di komunitas Facebook Kabar Gunung: Info dan Diskusi Pendaki Indonesia ! Dapatkan berbagai tips, cerita inspiratif, dan temukan teman pendakianmu di sini. Klik dan bergabung sekarang! 🚀💚 #BergabungKabarGunung

Artikel Terkait

3 Jalur Pendakian Resmi Gunung Andong (Update 2023)

3 Jalur Pendakian Resmi Gunung Andong (Update 2023)

Jalur Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane (Update 2023)

Jalur Pendakian Gunung Semeru via Ranu Pane (Update 2023)

6 Jalur Pendakian Resmi Gunung Prau (Update 2023)

6 Jalur Pendakian Resmi Gunung Prau (Update 2023)

5 Jalur Pendakian Resmi Gunung Merbabu (Update 2023)

5 Jalur Pendakian Resmi Gunung Merbabu (Update 2023)

5 Jalur Pendakian Resmi Gunung Slamet (Update 2023)

5 Jalur Pendakian Resmi Gunung Slamet (Update 2023)

Leave a Comment Cancel reply

Save my name, email, and website in this browser for the next time I comment.

Climbing the Mountains of Indonesia & Malaysia

  • Elevation: 2,050 m (6,726 ft)
  • Prominence: 1,320 m
  • Ribu category: Tinggi Sedang
  • Province: Jawa Tengah (Central Java)
  • Google Earth: kml
  • Other names: Known as ‘Karungrungan’ many centuries ago, according to the Bujangga Manik .

Bagging It!

Just an hour by car from the city of Semarang is Mount Ungaran. Many people visit the southern slopes of this mountain, not because of the mountain itself but because of the impressive ancient Gedong Songo temple monuments which are scattered across the hillside south of the peak. The name ‘gedong songo’ literally means nine buildings, and these Hindu relics date from approximately 900AD and were ‘discovered’ in the nineteenth century by Stamford Raffles and later restored.

This area is a popular weekend retreat for those living in Semarang and so there is an abundance of accommodation in the nearby town of Bandungan. Many local hikers camp on the mountain at weekends, but all the treks can easily be accomplished as day-hikes. The question is whether or not you want to enjoy the very early morning views between 5am and 6am (usually the best time for distant panoramas of other mountains in Central Java) as if you do then you will need to either camp or set off hiking with a torch at around 3am! If you are setting off later on after breakfast then you have a greater chance of a cloudy summit and also a higher risk of sunburn as the forest on the mountain is patchy and in some cases non-existent meaning very little shade.

The Gedong Songo monument complex is open daily from 6.15am until 17.15pm and there is a small charge for visitors. This spot can get very crowded indeed at weekends but is an essential place to visit when hiking Gunung Ungaran. However, do note that at least since 2015 the trail from the temples to the summit area is overgrown due to lack of use and access is technically prohibited via the temple complex. Details on the Gedong Songo route are lower down on this page, for if it ever re-opens, but it is best to use one or both of the two most popular official trails and then visit the temples separately afterwards.

Keen baggers will want to know that the eastern peak with lots of monuments that most local hikers regard as the true summit of Gunung Ungaran is actually only the second highest according to good quality topographic map sources and numerous GPS devices. Ungaran is a surprisingly complicated mountain area. The three highest peaks are separated by large, steep drops of dense jungle and are as follows, from north-east to south-west:

Puncak Ungaran (2,031m according to Bakosurtanal and 2,027m accoding to a colonial-era map from 1943) – the regularly-visited eastern peak with numerous ‘summit’ signs on it and the destination of over 99% of hikers on the mountain. The colonial-era map labels this peak with a triangulation sign and ‘S454’ and indeed you will find S454 engraved on the top face of a small pillar. This top is what most people regard as being the ‘puncak’ or peak of the mountain and very few have heard of – let alone stepped on – Puncak Botak.

Puncak Botak (2,049m according to Bakosurtanal and 2,050m according to a colonial-era map from 1943) – as ‘botak’ means bald it is no surprise that this is a treeless, grassy peak in the middle of the range. This is the true summit of the range yet is overgrown and only hiked a handful of times per year by adventurous locals. It is best accessed via Puncak Ungaran which is the eastern peak most hikers aim to visit and it takes around 30-45 minutes each way from Puncak Ungaran. It is only about 600 metres away from Puncak Ungaran (in a straight line) but you must pass by a small valley between the two before ascending up steep, sharp grass! The colonial-era map labels this top with a triangulation sign and ‘P453′ and there are some broken remains of a cement trig pillar up there. There are two knolls of a very similar elevation just 2 minutes’ walk apart. The first one (eastern) has a small cairn (collection of stones) and the second one has the already mentioned partially-hidden remains of a cement pillar. Keen baggers should visit both!

Puncak Gendol (1,999m according to Bakosurtanal and 2,002m according to a colonial-era map from 1943) – a very rarely-hiked peak with an ancient grave or cairn at the top of it. This is the peak closest to Gedong Songo temples but as the route from Gedong Songo is now closed it is increasingly difficult to access. It probably now requires hours and hours of hard work finding a way through the dense forest and trying not to get lost or stuck on a steep ledge and is therefore not recommended.

Hiking Routes (to the popular eastern peak):

Via Mawar Basecamp at Umbul Sidomukti (south-east of the peak) -approximately 5 hours return day-hike to the eastern top or 7 hours return to Puncak Botak

By far the most popular hiking route on the mountain, the Mawar trailhead starts at around 1,257m above sea level and has motorbike parking spaces, warungs, a hang-gliding spot and registration counter. The trail passes the hang-gliding (paralayang) area before reaching a shelter which is Pos 1 (1,350m). The path continues in forest, crossing a stream (1,415m) above which is a small waterfall before reaching another shelter, Pos 2 (1,437m).

Pos 2 is an important point on the trail because it is the junction between the old and new trails. If you are descending back to Mawar afterwards then it is best to go up one way and back down the other. A left turn here takes you up a newer trail which is a short-cut and leads directly to Pos 4. Continuing straight ahead, meanwhile, leads more gently via Pos 3 (the edge of the tea plantation) where you would then turn left and hike up to Pos 4. It is probably preferable to take the short-cut along the newer trail on your ascent and then go back via the tea plantation on your descent (or just return the same way).

Pos 4 (1,650m) has yet another shelter. Assuming you took the short-cut from Pos 2 then obviously here you need to turn left up towards the summit rather than left down to Pos 3 on the edge of the tea plantation. From here the trail gets much steeper and passes through an area which presumably suffered from forest fires in 2019 (1,692m above sea level). If you are lucky you will see lutung (Javan black monkey) here, especially early in the morning and if there are not many other hikers around.

Further up the steep mountainside are a couple of flatter spaces (1,889m and 1,925m) frequently used by local campers at weekends. Finally you will reach the eastern summit which is crowned by a large concrete platform with 3 monuments on it, plus a couple of other monuments nearby.

In clear weather, the views are simply stunning – particularly in the early morning you can see Sumbing , Sindoro , Merbabu and the smoking cone of Merapi lurking behind Merbabu. Just over half a kilometre to the south-west is Puncak Botak, a grassy ridge which is the true highest peak in the range.

To reach Botak from the eastern peak, follow the trail as it drops down into woodland. In 2020, there is a minor junction (2,012m) with a left turn labelled ‘Jalur Wisata’ and a right labelled ‘Gedong Songo’. We can only presume that Jalur Wisata is an infrequently and possibly overgrown trail that leads down to the area known as Wisata Alam Perantunan south of the mountain. Down this trail a short way is a sign with Lembah Jinten (‘cumin valley’).

But for the route for Puncak Botak, ignore the Jalur Wisata sign and follow the sign for Gedong Songo. Although it is not allowed for hikers to climb Ungaran from the Gedong Songo temple complex in 2020, this old trail handily leads to the col (1,965m) between the eastern monument peak and Puncak Botak although it is a little overgrown so watch your steps carefully. 

From the col, you may need to bash your way up through thorny bushes a short way before reaching the grassier area, from where it is quite obvious as there is a clear trail and one or two purple ribbons along the route. Soon you will find yourself on the Botak ridge. Left leads down to better views of Rawa Pening lake (and may even continue all the way down to a similar starting point to the Jalur Wisata route on the southern side of the mountain). Right leads to the two highest knolls of the entire mountain range as described above. The views from the top of Puncak Botak are excellent and it really does deserve to be the true highest peak. The lower western peak of Gendol is clearly seen about a kilometre to the south-west, along with Dieng’s Gunung Prau and all of the higher volcanoes of this section of Central Java.

Getting back to the eastern peak with monuments the same way requires around 30 minutes.

To descend back to Mawar you can head back the same way via the short-cut between Pos 2 and 4, or if the weather is fine and you have plenty of time better still descend to the edge of the tea plantation (Pos 3, 1,526m). This is a little overgrown but you should be able to cut through to the plantation track without too much hassle. From there you can visit the nearby Goa Jepang (Japanese Cave, 1,431m) and Candi Promasan (a Hindu temple or bathing pool, 1,421m) both of which are on the edge of Promasan village.

From Pos 3 at the edge of the plantation, take a right back down to Mawar or retrace your steps to the Pos 4 trail junction higher up the mountain. There are lots of local villagers working in the plantation and at the village so be sure to ask if you are not clear on which way to go. For the former approach, following the wide stone track and looking for signs (or taking relevant GPS traks from this very website) and you should be OK, but far fewer hikers use this path than the short-cut, especially during the week!

A left at Pos 3 (on descent from the summit) takes you on a completely different route north-west through the extensive tea plantations via Promasan village and down to Medini and towards the north coast. This makes a great traverse of Gunung Ungaran in either direction but requires extra time and logistics (see below).

Via Promasan and Medini tea plantations (north-west of the peak) – approximately 6 hours return day-hike to the eastern top or 8 hours return to Puncak Botak

This trail via the Medini tea plantations ( kebun teh Medini) is beginning to get more popular but unless you have your own motorbike it is a little more difficult to access (via Limbangan) and takes a bit longer than the Mawar route. The Medini basecamp is at an elevation of almost exactly 1,000m, but motorbikes and cars with high clearance could theoretically be taken along the rocky plantation tracks as far as the village of Promasan (1,430m) which is an isolated community in the middle of the tea fields but frequently busy at weekends. 

In reality, most hikers leave their bikes near the basecamp or slightly further up (1,070m) near a camping area and building to rest in. The views to the north coast including the city of Semarang are impressive early in the morning before the haze arrives. If on foot, do not follow the wide tea plantation track, but rather take a left which is a short-cut to the highest slopes of the mountain. The path is pretty well marked with signs, but you need a left (1,140m) before crossing a stream (1,154m). A little higher up, you pass a cement pillar on the left (1,309m) before taking another left (1,328m) and again (1,360m).

All of a sudden you will find yourself at the tea plantation village of Promasan (1,430m). There is even a Candi Promasan (ancient Hindu temple) in the village. This area can get very busy at weekends with campers and if like many folk here you want to visit Gua Jepang then take a left for about 5 minutes. Beyond the village, through an entrance gate with YONIE RAIDER written above it (relating to local army battalion in Semarang called Banteng Raiders), and you will find yourself at a shelter (1,505m) before the very important junction at Pos 3 (1,526m). Straight on leads you gently down to Mawar. A right turn leads you steeply up to the eastern summit (Puncak Ungaran).

Via Gedong Songo temple complex (south of the peak – rarely used and no longer recommended) – currently closed (according to latest information in 2020)

The temple complex lies at 1,200m which means you get a good head start on your hike here, if only the route were not now closed. There is also a hot sulphur spring (Kawah Ijo) a little way up the hillside and plenty of warungs selling drinks and snacks. It takes about 4 hours to reach the eastern summit and just under 3 hours to descend. There are one or two places where you might be able to find a small amount of somewhat muddy water but it is better to take enough of your own supplies.

Follow the path past Gedong Songo 1 and – before you reach Gedong Songo 2 – take a right turn at the blue and orange tarpaulin-covered warungs near a sign for ‘adventure center’. (Whatever you do, do NOT head left towards the hot sulphur springs and steep rock face as this trail leads up towards Gendol, the western peak, which is totally covered in dense and spiky foliage.) The vague and slippery trail left leads up through farmland before climbing steeply and heading beneath a rocky outcrop on the left. The trail then leads into denser forest and between two of Ungaran’s three peaks.

The trail twists and turns before leading round to the right (east) and then round the base of Ungaran’s grassy middle peak, Botak. Although the trail is overgrown, at least back in 2010 there were many signs nailed to trees with ‘G. Songo’ and ‘puncak’ written on them so it was difficult to get lost when this trail was still officially open. After just over three hours of hiking along the twisting and turning paths, take a left turn which leads up to Ungaran eastern summit. If you keep heading straight on you might reach the foot of the middle grassy peak, Botak, which at 2,050m is actually the true summit of the range.

From the left turn, it takes about 45 minutes to get to the eastern summit and its many painted monuments. In good weather the panorama is fabulous with most of Central Java’s highest peaks visible. Beyond the eastern summit, you will notice a path leading up from the east – this official and popular route is used by hikers from both Mawar basecamp and Medini basecamp as detailed above. 

To descend from the eastern summit to Gedong Songo, simply retrace your steps and follow the many signs for Gedong Songo. The slippery path is at times overgrown with foliage so be careful not to stray from the correct route. When you finally reach the warungs it is worth having a rest and then exploring the temple complex. The hot sulphur springs are just a ten-minute walk towards the rockface below the visible western peak Gendol.

Bagging information by Daniel Quinn, last updated March 2020. The March 2020 expedition was kindly supported by Tjiasmanto Conservation Fund.

Peta Jalur Pendakian Gunung Ungaran

Local Accommodation

Featured guides.

If you are a reliable local guide and would like to be featured on this page to increase your bookings, or a tourist who would like to support the development of a local guide business, please email [email protected] with the following information: Mountain name, guide name, guide location, guide contact details, and at least one English language review from a previous hiker who was pleased with the guiding services. An example is given below for reference. We have a maximum quota of 3 featured guides for each mountain page on the site. The fee for this is £20 (British pounds sterling, typically via the Wise app or PayPal) for a period of 1 year and helps to pay towards the ongoing development of the Gunung Bagging project.

  • Name and location: Pak Budi, Surabaya, East Java.
  • Contact details: +62812xxxxxxxx, [email protected], https://www.instagram.com/budi_mountain_guide/ 
  • Review from previous client: “ Budi was a brilliant guide for our September 2023 trek up Gunung X and I would definitely recommend him to other tourists “, John, USA.

Practicalities

  • Getting there: Basic public transport between Semarang and Bandungan is slow but readily available. Taxis will take you to Gedong Songo from Semarang but unless you book in advance it may be difficult finding one to take you back so Grab or GoCar are recommended instead. Local ojeks are available too.
  • Guides and GPS Tracks: Want a PDF version for your phone? Looking for a guide? Need GPS tracks and waypoints?  Gunung Ungaran information pack can be downloaded here .
  • Trip planning assistance: Would you like Gunung Bagging to personally help you in arranging your whole trip? Please contact us here .
  • Permits: Register at Mawar or Medini basecamp (around Rp8,000 per hiker in 2020).
  • Water sources: It is best to take enough of your own but stream are passed on the Mawar trail (at 1,415m) and on the Medini route (at 1,150m, 1,350m) and you can probably find water at Promasan village in the middle of the tea plantation. Very limited and unreliable on the now closed route from Gedong Songo.

Local Average Monthly Rainfall (mm):

semarang

Origins and Meaning

Ungaran is the name of a place meaning something like “new town”, “new settlement” or “a place where a new start is made”. It is likely, I think, that the town of Ungaran gave its name to the big hill or mountain looming over it. (George Quinn, 2011)

Links and References

Wikipedia English Wikipedia Indonesia

12 thoughts on “Ungaran”

' src=

I had a great hike up Ungaran today. I took the Peranturan route which has been opened since 2019 according to the guys working at the ticket office at the base.

I was staying in Bandungan at the Hotel Griya Persada. The start of the trail is just a short 5 minute ride from the hotel which was great. I left the hotel at 320am and was at the gate at 325am. When I pulled in, there was a guy sleeping on the bench outside the ticket office but he didn’t even stir when I rode in. I would sort out the formalities later on when I got back.

I was on the trail at 330am. The path for the first part just follows a stone path before turning into a nice trail and then stairs. It was raining when I started and I didn’t have high hopes. The afternoon before I had hiked Andong and could not see a thing on the summit.

I reached Puncak Bondolan after a bit over an hour. The sounds from the mosques up there was quite the sound spectacle. I reckon there were 100 mosques all going off it was like a symphony. By this point the sky was starting to turn orange so I thought I’d better hurry up. The part after Puncak Bondolan gets interesting. There is a huge camp site here and there is are a maze of trails. I couldn’t find the trail in the dark but after a couple of minutes I was on the trail again. After this point there is high grass that is either side of the trail. It was wet and walking through it I was getting drenched. My shorts were soaked through.

I was on the summit of Botak at 510am around 1 hour and 40 minutes after leaving. I did see the other knoll just across the way and hiked down the ravine and back up again to that summit. From standing on the 2 summits it’s impossible to tell which one is higher. The western peak has a small boulder on the top so I took off with the drone and went as close to the top of the boulder as possible. I then flew it forwards towards the eastern peak about 50m away with all the signs on the top. It cleared the eastern peak by about a meter. I can say with 100% certainty that the western peak is the true summit. If that boulder wasn’t there though it would be impossible to pick between the 2.

I stayed on the summit for about an hour just taking it all in. The views up there are amazing and there was just one couple there who camped up near the summit.

The sun was well and truly up so I decided to go back down the mountain. I was going to make a loop but the grass was long and I didn’t want to be any more wet than I already was. It was cold on the top because I was so wet but I would soon be dying of heat as I ran down the trail. I was back in just over 30 minutes and had the formalities to clear up.

Entry was 20k and to park the bike was another 5k. They even have a souvenir shop there. Ungaran is a great mountain with lots to explore. I was planning to go to Dieng and climb Prau but my wife got sick so that’ll have to be for another trip.

trek gunung ungaran

According to Google Maps, there is a new route leading straight up to Puncak Botak (highest peak) from Perantunan (basecamp around 1,300m) to the south, not far from the Mawar trailhead which starts higher up but leads via the tourist peak (slightly lower).

According to Google Maps, the Pos are as follows: Pos 1 Watu Omah, Pos 2 Watu Jajar, Pos 3 Watu Srumpuk, Puncak Bondolan and then Puncak Botak.

Would make a very fine circuit from Mawar to Perantunan……

' src=

Hi Dan, just back from weekend away from Jakarta to Semarang to climb Gunung Ungaran and Puncak Botak. Having contacted the Mawar basecamp on instagram and in contact via whatsapp they recommended to climb Ungaran and Botak starting at Mawar basecamp and descending via the ‘new’ trail Perantunan as you mentioned. According to my guide Pak Suprihiadi, the new route up the Southside which leads directly to Puncak Botak opened for public use in 2019.

I took Pak Suprihiadi’s advice and camped overnight at Mawar on Saturday 1st October (he kindly provided me a free tent for the night) at the basecamp amongst hundreds of other Saturday night campers, do not expect peace and quiet camping in Central Java on a Saturday night, if your looking for a tranquil camping experience opt for a week/school night.

Nonetheless, after some home cooked Nasi Goreng, Telor and Sosis prepared my Mas Indra and his wife from the tent pitched next door managed to get a few hours rest for the early Sunday morning start, one advantage of sleeping here: my tent was literally 10m from the start of the trailhead, so the convenience of rolling put of my tent at 330am and straight onto the trail at Mawar was worth the rowdy and noisy campsite.

Starting at 330am from around 1250m at Mawar basecamp the hike to Ungaran sumit from the east side of the gunung in darkness using a headlamp was fine, the path is clearly marked and despite light rain the previous evening just a little slippery, we arrived at Ungaran Suummit at 2031m at just after 6am, and it was great to see the sunrise from the summit with great views of Muria to the North, Merbabu, Andong and Merapi to the East and Sumbing, Sindoro and Prau – South-Easterly.

Determined to bag the highest point after a few pictures we descended down through an alipine forest a col at 1,965m and back up to Puncak Botak the highest point of the Gunung at 2,050. The 360 degree views from the flat puncak Botak are fantastic especially towards Sumbing, Sindoro and Prau. With a great view directly towards the Merbabu mountain range, Andong and the Rawa Pening a huge lake in the Ambarawa Basin, you can even see Merapi hiding behind Merbabu.

The early morning start, clearly justified, as the photo’s and views from the two summits combined with favorable weather turned out well. The hike due south via the new trail ‘Perantunan’ is well marked and the first section from Puncak Botak down descends via a dramatic mountain ridge, walking through knee high grass with Merbabu, Andonh and Rawa Pening standing tall in the horizon, a wonderful experience.

A fair amount of hikers were ascending via Perantunan on our way down so clearly the new trail is popular. We arrived at the basecamp just gone 930 am having left the Botak summit at 730am. There are lots of warungs, toilets and mandi’s to freshen up, get some food and kopi before heading back to Semarang. Really enjoyed a hot tea overlooking Rawa Pening, in the Ambarawa Basin.

A very enjoyable hike and highly recommended. For those looking for a guide based at Mawar basecamp contact their WA: 0813 288 73540

Happy Hiking 🙂

Simon Reynolds

Well, after the coronoavirus pandemic destroyed our Sulawesi plans for this period, I hastily brought forward my plans to revisit Gunung Ungaran for a proper survey of the true summit of the range that very few hikers visit – Puncak Botak.

We stayed in Ambarawa for a change, and got a Grabcar up to the Mawar trailhead at around 3am. Motorbikes are a better option as the road is narrow in places and steep but a car can make it all the way up using the more easterly road up the side of the mountain.

Rp8,000 per person tickets and we were off hiking by 3.45am. Very few other hikers as it was not a weekend. Managed to reach the eastern top in just over two hours, perfect timing for a panoramic sunrise. After a short break at the monuments, we continued on in the direction of Puncak Botak. At the Wisata / Gedong Songo trail junction, we tried Wisata first and it seemed to have been well-used recently. But after reaching Lembah Jinten, the trail continued to descend so we backtracked and followed the Gedong Songo overgrown path that took us where we wanted to go.

You need to drop down about 70 metres or so to the overgrown col at the base of Puncak Botak, before steeply ascending onto the true highest points of the Ungaran mountain range which are more than 15 metres higher than the eastern monument peak. What a lovely spot. I thought the knoll with the cairn on it was the highest point with a GPS reading of 2052m, but Rob’s GPS got its highest reading over at the second knoll where there is an old trig pillar base (part of which has fallen a few metres down the side near the path) so I have updated the Gunung Ungaran summit location co-ords as this second knoll, so that any hikers are likely to visit both just in case.

It was our plan to visit Promasan to check out the Hindu temple and the Japanese Cave so we went back down that way. We saw 4 or 5 lutung swinging through the branches near the burnt forest area (around 1,750m). It was pretty overgrown when we reached the edge of the tea plantation, with some recently fallen trees, so we had to bash our way through to the plantation track. The temple and cave were worth a visit, especially as the view of the mountain from the cave is exceptional. But be careful in the cave as there are some puddles where it is easy to get your feet wet!

Descending down to Mawar we made a bit of a mistake! We were trying to find the old path back down to meet with Pos 2, but the plantation track seemed to be leading down a bit too much in the wrong direction. We took a right near some hiking signs (many of which have no useful info on them or are so old as to be unreadable) but this was clearly a mistake as the trails either got narrower before disappearing or looked so unused that we were clearly just on a hunting trail. Rather than heading back to the plantation track, we decided to follow a very vague trail back up to meet the Mawar trail. We made it, so all was well.

When I got back home I checked another GPS route for the mountain and sure enough we turned off the plantation track too soon. If we had followed it further we almost certainly would have got back to Pos 2. But that is assuming there is a clear sign, which there quite often isn’t! So allow extra time for this descent, go with someone who has done it, or else simply ascend this route and back down the short cut.

At the basecamp we got ojeks for Rp50,000 each to the main Semarang-Salatiga road. Rob headed off to Salatiga in preparation for Merbabu the next morning and I went back to Semarang for a quick meal in Spiegel Cafe before getting the Argo Muria train back to Jakarta.

So I can finally justifiably claim to have properly bagged Ungaran. 1st time to Gendol and east peak in 2010. 2nd to east peak only in January of this year. And this 3rd visit to east peak and Puncak Botak the true highest peak in the middle of the range. I hope some of the others who thought the east peak was the highest will be encouraged to return for a quick explore of Puncak Botak as it really is a lovely spot. As always, early morning is best for views.

I decided to hike Ungaran again this month after not having hiked it for 10 years (!) and being curious about the other trails. Last time I went up from Gedong Songo and reached Puncak Gendol by mistake, thinking it was the true summit. I just about managed to get to what at the time I thought was the true summit – the eastern one with the many pillars / monuments on it. Well, it was a good thing I returned as I ended up making an interesting discovery after my hike, more of which below.

First of all the hike itself. Well, I was staying in nearby Bandungan so decided to visit Gedong Songo the day before the hike. It was Chinese New Year, but even so the traffic all the way from Bandungan to the temple complex was totally 100% jammed. Luckily i was on a motorbike otherwise it would have taken perhaps 90 minutes each way!

Sadly, Gedong Songo and the area which surrounds it has been over-commercialized yet without the infrastructure to deal with such huge numbers of people. There is a massive family attraction on one side of the road, with huge buses trying to pull in and out from a village road, and motorcyclists taking up more than half the side of the road instead of allowing traffic to flow in both directions. The usual brainlessness and selfishness that – multiplied by a hundred – turns a simple outing into a near traumatic ordeal! Gedong Songo was always popular, but now there are even more stores and lots of new ‘selfie spots’. It is far from a transcendental or deep experience, despite the stunning backdrop. Go on a weekday, and get as far up the hillside as you can and then, if you are lucky, you may find some solitude and atmosphere. Rp10,000 for locals and Rp75,000 for foreigners but you may get the local price like me if you show a KITAS or similar.

The forecast for the next day was terrible, but the rains came at night and the day turned out to be pretty good – certainly for January! Me and Ricky got ojeks from Bandungan all the way round to Medini basecamp (about 1 hour and some great views on the road to Limbangan of Sumbing and Sindoro) so we could do a traverse, dropping down to Mawar afterwards. It all went very well, with the tea plantation quite beautiful in the early morning sunlight and very clear views to Semarang city and the north coast.

There was some kind of tree planting event at Promasan and hundreds of tents. Quite surreal to find yourself in an isolated spot like that and turn the corner to find hundreds of people! By the time we got to the summit it was a little hazy as expected. Hundreds of hikers on the trail – so unlike back in 2010 when I didn’t meet anyone at the summit – perhaps so many because it was a national holiday, or perhaps because Ungaran is one of the few mountains that is not closed for the rainy season. We were up from Medini in 3 hours without any breaks. Surprised to see my GPS only giving a reading of around 2,033m – a good 15m or so below the published figure. Perhaps one of the overestimates, or perhaps my GPS was playing up for some reason, or so I thought at the time.

We made it down to Mawar in less than 2 hours as I had to get back to my hotel to check out and get back to Semarang for a train to Jakarta. No time for Candi Promasan or Goa Jepang but as it turns out I will be back later in the year….

Upon checking the Bakosurtanal map to give precise elevation figures for the three main peaks, I did a double-take when I read a higher figure for the middle peak (Puncak Botak) compared to the north-eastern peak that has the summit monuments and which everyone just assumes is the peak. A second map from 1943 confirmed Botak as the higher peak. I then rushed to see if it was possible to reach Botak from the monument peak (it is and a few hikers go there every couple of months or so). Next I looked through my old photos from when I went to Gendol peak and the eastern peak to see if there was anything from Botak to confirm I had bagged it too. Nothing. I presumably got to the monuments and thought ‘great, I’ve done it!’ like everyone else. I also checked photos of Botak from the monuments and it does look very close indeed. Too close to call, unless you have GPS readings and/or decent topo maps, both of which I do indeed now have (aside from GPS reading for Botak itself).

It may only be 15 metres but I need to head back just to confirm that the maps are correct – I think they almost certainly will be. Probably mid-November. Other folk who have done the ‘tourist peak’ but not the true peak are welcome to join me. Probably a hike from Mawar at night for sunrise at the tourist peak before an extension to Botak and back down to Mawar. I’ve claimed Ungaran as a bagged Ribu so now I need to truly bag it before the year is up! Really wasn’t expecting this but… looking forward to it already! This time a gap of ten months rather than ten years!

' src=

I’m stay in here , call me

' src=

Just did a great and straight forward hike up Ungaran from Base Camp Mawar. My original plan was to go via Gendong Songo but I was informed by my guide that the trail from Gendong Songo was either closed or going through maintenance.

From Mawar, I went at moderate pace and we were up on the summit in less than 2.5 hours. The first part is an easy and mostly flat walk through farmland and forest, before emerging into tea and coffee plantations. Finally you reach the base of the vertical face, where at a moderate hiking pace you can be on the summit in around 1.5 hours. Very leisurely if you are used to other mountain hiking in Java/Indonesia. Summit is large and flat and affords great views of other Central Java mountains including Sumbing, Sindoro and Merbabu.

Descend the same way but also do a short (30 min) detour via the tea plantations to Goa Jepang (Japanese caves) which are a worthy diversion for 10-15 minutes. After that go back up through the tea plantations and descend to Base Camp Mawar.

All in all you can go up and down Ungaran with a stop at Goa Jepang in about 5 hours. 2.5 hours up to the summit, then an hour going down to the Goa Jepang and exploring, then an hour and a half back to base camp. I started at 9am and was back by 230 or 3pm, a very easy and enjoyable day out.

Make sure to visit Gedong Songo by car after you finish at Base Camp Mawar. Very interesting temples.

One option that is apparently common is a traverse of Ungaran, presumably from Gedong Songo (assuming the trail is open) to Mawar. That would be a great option, though I’m not sure whether I would prefer starting at the temple complex or ending there.

' src=

I plan to go this weekend with my boyfriend. Starting in Bandungan. Do you really recommend a guide? How much did you pay?

Thanks! Sarah

' src=

Thank you Paul. I am going there the day after tomorrow. Your info is very helpful.

' src=

We climbed Gunung Ungaran from Gedung Songo on 19th July. (In Bandungan, Hotel Azaya is a pleasant place to stay.) There is a string of warungs between Gedung I and Gedung II. The trail you want starts after the last warung; instead of following the cobbled track round to the left, keep going straight up between the forest to the left and vegetable fields to the right. Bear to the forest side and ascend steeply for 15 minutes or so before the slope eases somewhat and the trail bends gradually to the right. After about 2 hours heading northeast, you reach a flattish section at 1720m with a couple of campsites; take the right fork at the large campsite. From here, steep ascents alternate with long, flatter sections as the trail wends its way tortuously around behind Botak summit. Although some parts of the trail are overgrown, this is actually a pleasantly cool hike through the high forest, the only drawback being the difficulty of knowing how near or far away the summit actually is. After about 3h30 you should reach the junction where you can head to Botak summit to the right or Ungaran summit to the left; you cannot miss this junction as there are about 10 signs nailed to trees instead of the usual one or two. Ungaran summit is about 20 minutes further on. Allow about 3 hours to descend and enjoy a long soak in the hot spring pool at Gedung Songo. This hike is not particularly spectacular, but it would be nice to feel the trail was more used, given how close it is to Semarang.

' src=

I made a very big mistake on Ungaran. So beware! From Gedong Songo, the most visible peak is the western peak (Gendol) which lies above a steep rockface. I made the assumption that the peak was the summit, or at least near the summit. So I followed a trail past a little hut above the sulphur spring, past a monkey statue and a spring and round to the left (west) of the rockface. From here, a few vague paths lead up the side of the mountain. Note the word vague! I followed one which took me a couple of hundred metres up the side of the mountain before vanishing. I should, at this point, have descended and found the correct path from the warungs but instead I decided to jungle-bash my way up to the top of Gendol. This took two incredibly painful and exhausting hours. I have never seen so many spiky plants and my hands are the evidence of that! Finally, after two horrific hours for which I have only myself to blame, at the top of the rarely-visited western peak I found ancient cairns. I also looked eastwards to see a higher grassy peak (Botak) which lay beyond a huge steep drop and dense jungle. Somehow I found the energy to carry on and hacked my way down to the col. Fortunately I eventually found a good trail running between the peaks which was the one I should have been on in the first place. It led round the base of the grassy peak Botak and to a further third peak – the true Ungaran summit – lying further east. In total it took me 7 hours to get to the true top instead of 4! On the plus side, the extra time foolishly wasted in dense spiny foliage allowed me to enjoy the combination of dangdut karaoke from the many bars in Bandungan and the mega-amplified call to prayer from nearby mosques. Quite a mixture. Never underestimate these smaller peaks, turn back if you lose the trail and always remember to take a guide! There are some remarkably steep areas on this mountain. Maybe it’s time for me to buy a GPS.

' src=

i wonder if you saw fortress at the top of gunung ungaran ? this fortress build Japaneses people back at around year 1943. this fortress was carved inside of ungaran mountain. maybe next time we can go together …

Leave a Comment Cancel Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Logo TravelsPromo 2022

GUNUNG UNGARAN: Tiket & 4 Jalur Pendakian Februari 2024

  • Qonita Dian
  • Diperbarui: 14/02/2024 17:23

Susana berkemah di Gunung Ungaran

Gunung Ungaran

  • Harga Tiket Masuk: Rp20.000
  • Jam Buka: 24 jam
  • Nomor Telepon: -
  • Alamat: -, Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, -

Harga Tiket Masuk Gunung Ungaran

Jam buka gunung ungaran, gunung ungaran nan menantang, fasilitas gunung ungaran, lokasi dan akses gunung ungaran.

Kawasan Jawa Tengah memiliki koleksi gunung berapi yang tak sedikit. Beberapa gunung tersebut bahkan sangat populer, seperti Gunung Merapi dan Merbabu. Namun ada juga gunung yang namanya jarang terdengar seperti Gunung Ungaran . Padahal sebenarnya gunung ini menyimpan potensi wisata yang besar.

Gunung Ungaran terletak di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Gunung ini memiliki tinggi sekitar 2.050 meter. Tidak terlalu tinggi, namun tetap menarik untuk didaki. Selain sebagai tujuan pendakian, sejumlah objek wisata lain tersebar di kawasan lerengnya.

Pengunjung yang ingin mendaki Gunung Ungaran perlu membayar biaya registrasi sebesar Rp20.000. Tiket pendakian belum termasuk tarif parkir mobil atau motor.

Baca:  Mawar Camp Semarang Tiket Masuk & Fasilitas Berkemah Lengkap

Gunung Ungaran sebenarnya bisa dikunjungi setiap hari selama 24 jam. Namun, ada jam khusus yang berlaku untuk registrasi pendakian. Pendaki pun hanya terbatas hingga 300 orang per hari. Ini untuk mencegah penumpukan pendaki terutama selama masa pandemi.

Baca: 40 Destinasi Wisata Terbaik di Semarang

Pendaki menyaksikan matahari terbit di Puncak Ungaran

Gunung Ungaran adalah gunung berapi yang berada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Kawasan kaki gunungnya memiliki banyak sumber mata air panas. Namun, gunung ini belum pernah tercatat meletus. Kondisinya relatif aman untuk pendakian maupun wisata.

Tinggi gunung ini sekitar 2.050 mdpl. Lerengnya banyak terdapat kawasan kebun teh dan bumi perkemahan. Di balik penampilannya yang tak seberapa, ada jalur pendakian yang luar biasa. Jalurnya terkenal terjal dan cocok bagi para pendaki berpengalaman.

Baca:  UMBUL SIDOMUKTI: Tiket Masuk & Ragam Aktivitas

Jalur Pendakian Gedong Songo

Pendaki melintasi padang rumput dan semak di kawasan puncak Gunung Ungaran

Jalur ini dimulai dari taman wisata Candi Gedong Songo . Ini merupakan jalur yang cukup berat. Jalannya melewati hutan dan dipenuhi semak belukar. Wajar saja karena jalur ini adalah tempat warga sekitar merumput atau mencari kayu.

Perjalanan diawali dari Hutan Cemara. Perhatikan jalan karena hanya ada beberapa papan petunjuk saja. Pendaki akan langsung berhadapan dengan tanjakan yang terjal. Selanjutnya, medan pendakian menjadi hutan lamtoro diikuti jalur ilalang.

Di sini, pendaki perlu waspada karena jalan berada di samping jurang. Sementara itu rumput ilalang pun cukup tinggi dan menghalangi pandangan. Sepanjang jalan akan penuh semak belukar yang rimbun. Belum lagi kemiringan jalan yang mencapai lebih dari 60 derajat.

Jalur Gedong Songo akan menggiring pendaki ke Puncak Botak. Puncak ini merupakan tanah datar yang ditumbuhi rerumputan. Selanjutnya pendaki bisa mengakhiri perjalanan di sini atau bisa ke Puncak Ungaran yang lebih tinggi.

Baca:  GUNUNG TELOMOYO: Tiket Masuk & Ragam Aktivitas

Jalur Promasan

Berfoto ria di area kebun teh

Dari titik start Promasan ke puncak dibutuhkan kurang-lebih 3 jam perjalanan. Jalur ini melalui perkampungan kecil dan juga hamparan kebun teh. Kebun teh Promasan adalah salah satu spot foto cantik yang sayang untuk dilewatkan.

Awal Jalur Promasan didominasi oleh jalan makadam. Jalan ini berlapis batu dan cukup nyaman untuk dilewati. Jalur ini kemudian akan bertemu dengan jalur Mawar. Pertemuan keduanya berupa lahan datar yang biasanya dijadikan tempat berkemah.

Dari campground ini, pendakian sesungguhnya baru akan dimulai. Jalan makadam berganti menjadi jalan setapak tanah merah yang sempit. Pendaki perlu waspada karena jalannya menanjak dan cukup terjal.

Medan ini akan terus menemani hingga Puncak Ungaran. Puncak tertinggi di gunung ini memiliki tanda dengan tiga buah tugu dan tiang bendera. Sebelum area puncak, terdapat lahan untuk berkemah. Pendaki yang ingin melihat sunrise bisa bermalam dulu di sini.

Baca:  AYANAZ GEDONGSONGO Tiket Masuk & Spot Selfie

Jalur Mawar

Campground Mawar adalah opsi jalur pendakian lainnya. Ini merupakan jalur favorit pendaki Gunung Ungaran. Medan jalannya lebih santai di awal perjalanan. Sehingga, pendaki bisa pemanasan terlebih dahulu sebelum mencapai puncak.

Perjalanan hingga ke puncak bisa memakan waktu kurang-lebih 3 jam. Ada tiga pos yang bisa jadi tempat perhentian sementara. Pos 1 (Pos Pronojiwo), pos 2, dan pos 3 (Kebun Kopi). Di setiap pos, pendaki bisa menikmati pemandangan dengan nuansa yang berbeda.

Jalur ini juga memiliki beberapa sumber air di pos 2 dan pos 3. Di pos 3 bahkan terdapat kolam penampungan air terbuka. Selanjutnya dari pos 3, perjalanan ke area kebun teh Promasan. Pemandangan serba hijau dan udara yang sejuk siap menjamu pendaki di sini.

Pendakian selanjutnya kurang-lebih sama dengan Jalur Promasan. Yaitu jalan makadam berubah menjadi jalan tanah yang licin saat musim hujan. Jalannya sempit dan perlu kehati-hatian. Akar pohon dan bebatuan bisa menjadi pegangan.

Baca:  Brown Canyon Semarang: Tiket Masuk & Aktivitas

Puncak Ungaran

Matahari bersinar dari balik awan

Gunung Ungaran setidaknya memiliki tiga puncak. Ketiganya yakni Puncak Gendol, Puncak Botak, dan Puncak Ungaran. Puncak Ungaran merupakan yang tertinggi di ketinggian 2.050 mdpl.

Pemandangan yang terlihat dari puncak ini memang menakjubkan. Daya tarik utamanya adalah panorama beberapa gunung sekaligus. Di sebelah selatan, tampak Gunung Merbabu dan Merapi yang berdiri gagah. Terlihat juga panorama Gunung Telomoyo dan Rawa Pening yang cantik.

Agak bergeser ke kanan, ada tiga gunung berjejer. Ketiganya ialah Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau Dieng . Jika ingin melihat seluruh pemandangan ini, disarankan mendaki saat hari cerah.

Baca:  SALOKA PARK Tiket Masuk & 7 Wahana Terseru

Di sekitar kawasan Gunung Ungaran terdapat beberapa pos awal pendakian. Pos tersebut yaitu Basecamp Mawar, Basecamp Gedong Songo, dan Basecamp Promasan. Di setiap basecamp juga tersedia area parkir, toilet, dan warung.

Ada tiga titik start pendakian Gunung Ungaran. Titik pertama adalah Basecamp Gedong Songo. Basecamp ini berada di komplek Candi Gedong Songo di Desa Darum, Kelurahan Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Basecamp ini bisa ditempuh dalam waktu 1 jam dari Kota Ungaran.

Titik start selanjutnya adalah Basecamp Mawar . Pos ini berada di atas objek wisata Umbul Sidomukti di Desa Sidomukti Jimbaran, Kecamatan Bandungan. Gerbang masuknya bisa diakses dari Pasar Jimbaran.

Pos terakhir adalah Basecamp Promasan. Pos ini terletak di Desa Candi Promasan, Kelurahan Ngesrep Balong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal. Pengunjung bisa berjalan kaki dari Campground Medini atau menggunakan ojek selama 1 jam.

Rating Pembaca

4.8 - 33 Pembaca

Berikan Nilai

Konten Terkait

Naik Gondola di Dusun Semilir Semarang

Dusun Semilir Harga Tiket Masuk Dan Wahana

Pegiat olahraga gantole meluncur dari landasan Telomoyo

GUNUNG TELOMOYO: Tiket & Ragam Aktivitas

Panggung Hiburan di Malam Hari

4 Wahana Unik di TAMAN INDONESIA KAYA

area taman rekreasi river walk boja kendal

RIVER WALK BOJA Tiket & Wahana

koleksi benda budaya museum ronggowarsito

Museum Ronggowarsito Tiket & Koleksi

Arena Trampolin di Gravity Trampolin

GRAVITY TRAMPOLIN Semarang Tiket & Aktivitas

Konten terbaru.

Menikmati pemandangan danau dari lanakila lake

Lanakila Lake: Tiket Masuk, Aktivitas dan Fasilitas

Wahana Perosotan Dewasa di Tropikana Waterpark

Tropikana Waterpark Cimone: Harga Tiket, Wahana dan Fasilitas

Peternakan kuda di Sui Farm Malang

Sui Farm Malang: Tiket Masuk, Aktivitas dan Fasilitas

Kolam Air Panas Guci Forest berada di tengah hutan Pinus.

Guci Forest: Harga Tiket, Kolam Air Panas, Camping dan Fasilitas

Suasana sore di Danau Kenangan UI

Danau Kenanga UI: Pesona Alam di Jantung Kampus Ternama

NativeIndonesia.com

Gunung Ungaran, Jalur Pendakian Via Mawar Camp

Gunung Ungaran merupakan salah satu gunung di Semarang yang cukup populer, betapa tidak terdapat beberapa tempat wisata di Ungaran yang cukup populer sebut saja:

  • Candi Gedong Songo,
  • Air Terjun Semirang,
  • Watu Gunung,
  • Fountain Waterpark,
  • Curug Lowo,
  • Curug Benowo, dan yang lainnya.

jalur yang epic banget

simak juga: tempat wisata di ungaran

Gunung Ungaran memiliki ketinggian sekitar 2.050 mdpl, dan termasuk ke dalam Gunung Berapi namun kondisinya sekarang sedang tidak aktif.

Gunung Ungaran juga memiliki sumber mata air panas, maka tak heran jika di sekitar Gunung Ungaran banyak terdapat pemandian air panas.

Berikut review lengkap mengenai Gunung Ungaran Semarang, sebagai referensi wisata untuk kamu yang memiliki agenda naik gunung weekend ini.

Lokasi Gunung Ungaran

Lokasi Gunung Ungaran berada di Kecamatan Ungaran, Kabupaten Semarag, Jawa Tengah.

Rute Menuju Gunung Ungaran Via Mawar Camp

Untuk naik Gunung Ungaran, terdapat beberapa jalur pendakian. Di artikel kali ini kami akan mengulas rute perjalanan naik Gunung Ungaran Via Mawar Camp.

Jika berangkat dari pusat Kota Semarang ialah dengan menuju Umbul Sidomukti, sebelumnya harus melewati Pasar Jumbaran lebih dulu.

Dari pos wisata Umbul Sidomukti menuju Mawar Camp sekitar 15 menit saja, kamu tinggal mengikuti petunjuk jalan yang sudah tersedia.

Akses jalannya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, dan dapat diparkirkan di lokasi yang sudah tersedia dan dijamin keamanannya.

jalur pendakian via perantunan

simak juga: tempat wisata di bandungan

Jam Buka Gunung Ungaran Via Mawar Camp

  • Jam buka Gunung Ungaran Via Mawar Camp setiap hari Senin hingga Minggu
  • Mulai beroperasi pukul 09.00 hingga 23.00

Disesuaikan dengan jam operasional Mawar Camp.

  • Sedangkan untuk registrasi pendakian Gunung Ungaran dibuka hingga pukul 19.00 saja

Harga Tiket Masuk Gunung Ungaran

Tiket masuk Gunung Ungaran Via Mawar Camp, harus mengeluarkan biaya:

  • Tiket masuk kawasan wisata Umbul Sidomukti sebesar Rp. 5.000,- per orang
  • Tiket masuk kawasan Mawar Camp sebesar Rp. 10.000,- per orang

panorama dari ketinggian

simak juga: air terjun semirang

Fasilitas Gunung Ungaran

Fasilitas wisata yang ada dan dipersiapkan untuk para pendaki sudah lengkap, seperti:

  • Area parkir kendaraan,
  • Kamar mandi,
  • Warung-warung makanan dan minuman,

Daya Tarik Gunung Ungaran

1. hamparan alam yang membius.

Gunung Ungaran memiliki ketinggian sekitar 2.050 mdpl dan membius siapa saja yang datang dengan panorama alam yang disajikannya. Dimana kamu dapat menyaksikan deretan gunung seperti:

  • Gunung Merapi,
  • Gunung Merbabu,
  • Gunung Telomoyo,
  • Gunung Kendalisodo,
  • Gunung Sumbing,
  • Gunung Sindoro,
  • Gunung Prau.

pemandangan yang epic

simak juga: curug lawe

Suasananya sangat tenang dan damai, yang tersaji hanyalah hijaunya alam yang menenangkan ditambah udara yang sangat sejuk juga bersih. Layak memang jika untuk mendaki Gunung Ungaran membutuhkan effort yang cukup tinggi.

2. Jalur Pendakian Gunung Ungaran

Untuk mendaki Gunung Ungaran, kamu akan disuguhkan dengan beberapa jalur pendakian yakni:

  • Via Gedong Songo,
  • Via Basecamp Mawar,
  • Via Parantunan,
  • Via Promasan,
  • Via Kebun Teh Medini,

Setiap jalur di atas memiliki jenis medan yang berbeda-beda, misalnya via Parantunan dimana kamu dapat melewati ketiga puncaknya sekaligus.

Namun jalur pendakian yang paling populer ialah Via Mawar Camp, karena jalurnya yang mudah untuk dilalui, serta lokasi basecamp yang nggak kalah seru.

Dari Mawar Camp menuju Puncak sekitar 2 km, dan estimasi waktunya 3 hingga 4 jam perjalanan. Tergantung pada ketahanan dan kekuatan masing-masing pendaki.

pintu masuk mawar camp

simak juga: watu gunung ungaran

Kamu akan melewati sebanyak 4 pos, dengan kisaran waktu dari pos 1 hingga pos 3 sekitar 45 menit. Kondisi jalur trekkingnya yang terus menanjak dihiasi dengan pemandangan yang indah.

Setiap pos terdapat shelter yang tampak seperti sebuah saung dengan beratapkan seng, namun cukup untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.

Jarak dari Pos 3 ke Pos 4 sekitar 350 meter, dari Pos 4 tinggal melanjutkan perjalanan menuju Puncak Ungaran dengan jarak tempuh yang terus menanjak sekitar 1,2 km.

Jalur trekkingnya memang berupa tanah dan bebatuan, namun aksesnya mudah untuk dilalui. Yang paling menguras tenaga ialah akses dari Pos 2 menuju Pos 3, karena jalurnya yang terus menanjak.

3. Tiga Buah Puncak

puncak ungaran

simak juga: the fountain waterpark

Puncak merupakan bagian tertinggi dari sebuah gunung, dan senantiasa menjadi tujuan para pendaki. Terdapat kepuasan tersendiri tatkala berhasil tiba di puncak gunung.

Telah disebutkan di atas bahwa Gunung Ungaran memiliki tiga buah puncak, yang menjadi daya tarik tersendiri dari Gunung di Semarang ini.

Puncak Gunung Ungaran memiliki nama yang berbeda-beda, yakni:

  • Pucak Bondolan,
  • Puncak Botak, dan
  • Puncak Ungaran atau Puncak Banteng Raiders.

Puncak yang paling tinggi ialah Puncak Ungaran yang berada di ketinggian sekitar 2.050 mdpl dan menjadi spot utama para pendaki ketika hiking Gunung Ungaran.

4. Spot Camping Yang Ciamik

camping di puncak ungaran

simak juga: tempat wisata di semarang

Jika kamu hiking Gunung Ungaran Via Mawar Camp terdapat beberapa camping ground yang dapat dipilih untuk mendirikan tenda. Seperti:

  • Sabana yang tak begitu luas, lokasinya tak jauh dari Puncak Ungaran
  • Di sekitar Puncak Benteng Raiders, dan
  • Mawar Camp.

Mawar Camp merupakan tempat kemping di kaki Gunung Ungaran, tanpa perjuangan trekking yang melelahkan.

Kamu hanya berjalan dari lokasi parkir untuk menuju spot camping yang diinginkan. Maka tak heran, jika Mawar Camp sering dijadikan lokasi camping keluarga.

Tips Wisata

  • Ketika berencana naik gunung sebaiknya kamu persiapkan segala sesuatunya dengan matang, mulai dari fisik yang prima hingga ketersediaan logistik yang mencukupi.
  • Hindari perbuatan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.
  • Sebaiknya hindari hiking di musim penghujan ya, selain jalur trekkingnya akan licin pemandangan yang tersaji pun akan tertutupi kabut.

Artikel lainnya

  • 6 Tempat Wisata Ungaran, Panorama Curug Hingga Gunung
  • Watu Gunung, Review Kolam Renang Unik Di Ungaran
  • The Fountain Waterpark, Wisata Kolam Renang Di Ungaran
  • 9 Objek Wisata Bandungan, Membius Raga Dengan Indahnya Alam
  • Mawar Camp, Tempat Camping Ciamik Di Bawah Kaki Gunung Ungaran
  • Sunrise Hill Gedong Songo, Surganya Spot Selfie Di Bandungan

trek gunung ungaran

Mengenal Gunung Ungaran yang Ramah Buat Pendaki Pemula

Mawar Camp - Gunung Ungaran Semarang

Gunung Ungaran adalah salah satu gunung berapi yang ada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Gunung ini populer sebagai kawasan ramah pendakian dan kerap menjadi destinasi bagi pendaki.

Kawasan Gunung Ungaran ini dikelilingi Kota Ambarawa, Kota Semarang dan Laut Jawa, Kota Ungaran, serta Candi Songo.

Daya Tarik Gunung Ungaran

Gunung Ungaran memiliki ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut. Ketinggian ini menarik perhatian para pendaki untuk bisa menaklukkannya. Bahkan gunung stratovolcano ini sangat cocok bagi pendaki pemula yang mulai menggeluti hobi mendaki.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak hanya wisata alam, daya tarik Gunung Ungaran juga terdapat situs bersejarah yakni Candi Gedong Songo yang merupakan peninggalan Kerajaan Medang abad ke-9.

Selain itu, sederet puncak Gunung Ungaran begitu mengesankan. Gunung ini memiliki tiga puncak yakni Botak, Gendol, dan Ungaran. Puncak Ungaran merupakan puncak tertinggi di gunung tersebut. Untuk mencapai puncak, pendaki bisa melalui jalur Medini serta Promasan atau Gedongsongo. Adapun, jalur Curug Lawe dan Nglimut namun sudah ditutup.

Jalur Pendakian Gunung Ungaran

Ada beberapa jalur pendakian yang bisa ditempuh untuk mencapai puncak Gunung Ungaran, di antaranya:

1. Jalur Basecamp Mawar

Para pendaki pemula biasanya menggunakan jalur Basecamp Mawar karena dianggap yang cukup aman dan terawat. Pendaki bisa menggunakan kendaraan dan parkir di Basecamp Mawar ini yang berada di Dusun Kluwih, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Gerbang masuknya bisa diakses dari Pasar Jimbaran.

Pendakian menuju puncak Gunung Ungaran membutuhkan waktu sekitar 7-12 jam dari basecamp. Selama perjalanan menuju pos 1 membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Pendaki akan menjumpai sungai kecil, hutan pinus hingga hutan campuran yang cukup lebat dan lain-lain.

2. Jalur Candi Gedong Songo

Jalur kedua ini dimulai dari basecamp Gedong Songo yang berada di komplek Candi Gedong Songo di Desa Darum, Kelurahan Candi, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Untuk menuju basecamp kamu bisa menempuh perjalanan waktu 1 jam dari Kota Ungaran.

Meskipun disebut-sebut bukan jalur resmi pendakian ke Gunung Ungaran, jalur ini tetap diminati para pendaki karena pemandangannya yang menawan di sepanjang trek yang dilalui. Pendakian ke puncak Gunung Ungaran melalui jalur Gedong Songo ini memakan waktu sekitar 5-8 jam.

Kebanyakan dari pendaki yang memilih jalur ini memarkirkan kendaraannya di rumah-rumah penduduk yang ada di sekitar kawasan wisata Candi Gedong Songo.

3. Jalur Promoasan

Jalur Promasan merupakan jalur pendakian Gunung Ungaran yang bisa dilalui dari Kabupaten Kendal. Jalur ini berada di Desa Candi Promasan, Kelurahan Ngesrep Balong, Kecamatan Limbangan.

Hamparan kebun teh menjadi pemandangan yang memukau pendaki apabila melalui jalur Promasan ini. Tidak hanya itu, Basecamp Promasan ternyata bisa dijangkau dengan menggunakan sepeda motor dari Pasar Boja, Kendal.

Waktu yang dibutuhkan untuk pendakian menggunakan jalur Promasan sekitar 3 jam. Kamu bisa berjalan kaki dari Campground Medini atau menggunakan ojek selama 1 jam. Jalur ini penuh dengan berbagai Medan menanjak dan licin saat musim hujan.

4. Jalur Parantunan Gintungan Bandungan

Jalur berikutnya yakni jalur Parantunan yang berada di Desa Gintungan, Kecamatan Bandungan. Jalur ini merupakan salah satu jalur resmi pendakian Gunung Ungaran sama halnya dengan Jalur Mawar.

Apabila melalui jalur ini, pendaki bisa menyaksikan sekaligus mendaki tiga puncak Gunung Ungaran yakni Botak, Bondolan dan juga Tugu Banteng Raider. Keistimewaan dari jalur Parantunan menawarkan pengalaman mendaki dengan medan relatif landai, didominasi jalan tanah, dan jaran antara pos satu dengan yang lain juga dekat. Totalnya ada lima pos pendakian yang bisa kamu jumpai di jalur ini.

Jam Buka dan Harga Tiket

Gunung Ungaran biasanya dibuka setiap hari selama 24 jam. Namun, ada jam-jam khusus yang berlaku untuk registrasi pendakian. Hal ini dikarenakan terbatas pada 300 orang pendaki per hari agar mencegah penumpukan.

Harga tiket masuk Gunung Ungaran yakni Rp10.000 untuk tektok (kegiatan naik-turun gunung dalam waktu satu hari tanpa menginap atau membuat kemah di gunung) dan Rp15.000 untuk yang berkemah.

Fasilitas Gunung Ungaran

Gunung Ungaran juga memiliki berbagai fasilitas di sekitar kawasan gunung yang terdapat di beberapa pos awal pendakian. Seperti pos basecamp Mawar, basecamp Gedong Songo, dan basecamp Promasan. Di setiap basecamp juga tersedia area parkir, toilet, dan warung.

Jambi Ternyata Punya Gunung Sumbing, Ini Penampakannya

Bukit kaba, gunung berapi yang punya mitos kutukan di bengkulu, ini tempat keramat yang didatangi 16 peziarah hilang di gunung pangrango, sensasi ngopi berselimut kabut di pegunungan bromo, syahdu, rombongan ganjar pranowo naik mobil ini ke tps 11 lempongsari, ganjar tinggalkan kediamannya untuk nyoblos di tps 11 semarang, melihat tps 11 tempat ganjar mencoblos di semarang besok, optimistis menang di jateng, ganjar: insyaallah mutlak kandang banteng, berita terpopuler, negara-negara ini berikan hak kewarganegaraan ganda, ada indonesia, paris batasi kirim paket saat olimpiade, sungguh indah sunset di peninsula island, cuma modal bayar parkir, sri mulyani rayakan valentine di pohon jodoh, mitosnya bakal langgeng, belatung berjatuhan ke penumpang, pesawat ini balik kanan, komentar terbanyak, arab saudi yang ternyata tidak merayakan isra miraj nabi muhammad, kasus pemerkosaan turis wanita di bali terjadi lagi dan lagi, cewek bule nyaris dilecehkan di bromo: pelaku tukang ojek-berakhir damai.

trek gunung ungaran

Kompas.com

  • Mode Terang
  • Gabung Kompas.com+
  • Konten yang disimpan
  • Konten yang disukai
  • Berikan Masukanmu

www.kompas.com

  • Megapolitan
  • Surat Pembaca
  • Kilas Daerah
  • Kilas Korporasi
  • Kilas Kementerian
  • Sorot Politik
  • Kilas Badan Negara
  • Kelana Indonesia
  • Kalbe Health Corner
  • Kilas Parlemen
  • Konsultasi Hukum
  • Apps & OS
  • Tech Innovation
  • Kilas Internet
  • Elektrifikasi
  • Timnas Indonesia
  • Liga Indonesia
  • Liga Italia
  • Liga Champions
  • Liga Inggris
  • Liga Spanyol
  • Internasional
  • Sadar Stunting
  • Spend Smart
  • Smartpreneur
  • Kilas Badan
  • Kilas Transportasi
  • Kilas Fintech
  • Kilas Perbankan
  • Tanya Pajak
  • Sorot Properti
  • Tips Kuliner
  • Tempat Makan
  • Panduan Kuliner Yogyakarta
  • Beranda UMKM
  • Jagoan Lokal
  • Perguruan Tinggi
  • Pendidikan Khusus
  • Kilas Pendidikan
  • Jalan Jalan
  • Travel Tips
  • Hotel Story
  • Travel Update
  • Nawa Cahaya
  • Ohayo Jepang

Gunung Ungaran: Daya Tarik, Jalur Pendakian, dan Harga Tiket

Topik untukmu:, kompas.com regional, dini daniswari.

Pemandangan di Puncak Gunung Ungaran.

KOMPAS.com - Gunung Ungaran terletak di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang , Jawa Tengah .

Gunung Ungaran populer sebagai kawasan pendakian di Jawa Tengah.

Kawasan Gunung Ungaran dikeliling Kota Ambarawa, Kota Semarang dan Laut Jawa, Kota Ungaran, dan Candi Songo.

Wilayah yang berada di dataran tinggi ini akan terlihat saat berada di Puncak Gunung Ungaran.

Daya Tarik Gunung Ungaran

Gunung Ungaran berada di ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut. Dengan ketinggian tersebut, gunung stratovolcano ini selalu menarik bagi para pendaki untuk menaklukkannya.

Gunung ini juga tergolong cocok untuk pendaki pemula.

Ada tiga puncak di Gunung Ungaran, yaitu Botak, Gendol, dan Ungaran. Puncak Ungaran merupakan puncak tertinggi gunung ini.

Untuk mencapai puncak Gunung Ungaran, ada beberapa jalur pendakian yang dapat dipilih oleh para pendaki, yaitu jalur Medini serta Gedong Songo. Adapun, jalur Curug Lawe dan Nglimut sudah ditutup.

Baca juga: Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan Buka Lagi, Ada Batasan Kuota

Jika pengunjung akan melalui jalur Medini, kendaraan motor maupun mobil dapat dikendarai sampai desa terakhir, yaitu Promasan. Namun, kondisi jalan berbatu.

Jalur pendakian Gunung Ungaran

Basecamp Mawar

Kebanyakan pemula menggunakan jalur Basecamp Mawar, dimana kondisi jalannya relatif lebih terawat dengan parkir aman.

Basecamp Mawar terletak di Dusun Kluwih, Desa Sidomukti, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Semarang.

Untuk para pemula, perjalanan dari basecamp menuju puncak kurang lebih membutuhkan waktu sekitar 7-12 jam.

Perjalanan dari Basecamp Mawar menuju pos 1 membutuhkan waktu perjalanan sekitar 30 menit. Selama perjalanan, pendaki akan melewati hutan pinus yang cukup lebat dan hutan campuran.

Perjalanan dari Pos 1 menuju sungai kecil membutuhkan waktu perjalanan selama 30 menit.

Di area sungai ini, pendaki dapat mengambil air sebagai persediaan menuju puncak, sekaligus mencuci tangan atau kaki.

Dari sungai kecil, perjalanan mulai menanjak dan menguras energi. Beberapa tanjakan cukup terjal, bahkan jika musim hujan dapat membuat pendaki tergelincir. Untuk itu, pendaki perlu ekstra hati-hati di lokasi ini.

Beberapa lokasi memiliki titik jalur basah, berlumpur, serta sarang lintah.

Saat musim penghujan, banyak pendaki yang terganggu dengan hewan berlendir ini.

Baca juga: Penelusuran Jejak Keberadaan Tumbuhan Langka di Gunung Ungaran

Disarankan, pendaki membawa semprotan yang berisi air garam atau tembakau untuk mengusir lintah.

Pos kolam renang

Perjalan selanjutnya, pendaki akan sampai ke pos kolam renang. Dimana, tempat ini terdapat fasilitas kolam renang dengan air yang bersumber dari Gunung Ungaran.

Selain itu juga, ada shelter dan rumah warga yang dapat digunakan untuk berteduh.

Perjalanan selanjutnya, pendaki akan melewati jalan berbatu dengan jalan yang lebar.

Jalan ini kerap digunakan untuk mengangkut hasil kopi atau kayu. Melalui jalur ini, pendaki akan disuguhi pemandangan kebun kopi yang luas dan rimbun.

Menurut masyarakat sekitar, jalur tersebut sudah ke arah puncak Ungaran, namun melalui jalur yang tidak resmi dan kemungkinan jalannya telah tertutup rumput.

Setelah melewati pos kebun kopi, pendaki sudah akan sampai di perbatasan kebun kopi dan kebun teh. Di tempat ini, ada pertigaan yang menuju jalur ke arah puncak dan Desa Promasan.

Puncak Gunung Ungaran

Ada dua pilihan untuk sampai ke Puncak Gunung Ungaran. Pendaki dapat berkemah dulu di Desa Promasan selama satu malam untuk menikmati suasana dan mengisi air. Pilihan kedua adalah melanjutkan perjalanan menuju puncak.

Namun, ada baiknya pendaki istirahat sejenak di pertigaan ini untuk mengisi tenaga.

Dari pertigaan sampai ke puncak membutuhkan waktu selama 3-6 jam. Waktu tempuh perjalanan ini tergantung dengan waktu selama istirahat dan perjalanan.

Baca juga: Rute ke Taman Bunga Celosia Bandungan di Kaki Gunung Ungaran

Jalur menuju pucak merupakan jalan yang menanjak, sesekali pendaki akan melewati pohon tumbang atau bebatuan besar.

Tiba di bukit kecil pertama, pendaki akan disuguhi pemandangan yang sangat luas, Desa Promasan terlihat kecil serta pemandangan ke arah Kabupaten Semarang.

Saat musim hujan, pendaki harus hati-hati karena perjalanan menuju puncak dapat terhalang badai besar. Angin dan kabut dapat menutupi pemandangan pendaki yang akhirnya mengambil jalan yang salah.

Di puncak terlihat area yang cukup lapang dengan tiga tugu dan satu tiang bendera merah putih.

Apabila tidak ada halangan kabut dan awan akan tampak pemandangan Semarang yang megah, Laut Jawa, dan gunung lain di sekitar Gunung Ungaran.

Keindahan sunset dan sunrise tidak terbayangkan, inilah yang membuat para pendaki untuk selalu ingin naik gunung.

Harga Tiket Gunung Ungaran

Bagi pengunjung yang ingin mendekati akan dikenakan biaya masuk senilai Rp 15.000 per orang. Tiket masuk dibayar setelah mengisi formulir pendakian.

visitjawatengah.jatengprov.go.id  dan  www.tribunnewswiki.com

Tag Jawa Tengah Semarang Gunung Ungaran Daya Tarik Gunung Ungaran Jalur Pendakian Gunung Ungaran Harga Tiket Gunung Ungaran

#

Watu Gunung Ungaran, Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

trek gunung ungaran

Gunung Ungaran, Novel Terakhir Karya Sastrawan NH Dini

trek gunung ungaran

Ke Gunung Ungaran, Jangan Lupa Coba Paralayang

trek gunung ungaran

Kapan Waktu Terbaik Terbang Paralayang dari Gunung Ungaran?

trek gunung ungaran

Mendaki Gunung Ungaran? Cek Panduan Angkutan Umum Berikut

trek gunung ungaran

TTS - Sambut Pemilu 2024

TTS - Serba serbi Demokrasi

TTS - Serba serbi Demokrasi

Games Permainan Kata Bahasa Indonesia

Games Permainan Kata Bahasa Indonesia

TTS - Eps 131 - Acakata: Hewan Melata!

TTS - Eps 131 - Acakata: Hewan Melata!

TTS Eps 130 - Tebak-tebakan Garing

TTS Eps 130 - Tebak-tebakan Garing

TTS - Musik Yang Paling Mengguncang

TTS - Musik Yang Paling Mengguncang

Berita terkait.

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Terkini Lainnya

Kelelahan, Kanit Intelkam Polsek Kepri Pingsan saat Bertugas di TPS

Kelelahan, Kanit Intelkam Polsek Kepri Pingsan saat Bertugas di TPS

Prabowo-Gibran Unggul di Kediaman TPD Ganjar-Mahfud Batam

Prabowo-Gibran Unggul di Kediaman TPD Ganjar-Mahfud Batam

'Quick Count' Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 61,34 Persen di Sumbagsel

"Quick Count" Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 61,34 Persen di Sumbagsel

'Quick Count' Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 57,94 Persen di Sumbagut

"Quick Count" Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 57,94 Persen di Sumbagut

3 Timses Caleg di Sulut Terlibat 'Money Politic', Ditemukan Uang Ratusan Juta

3 Timses Caleg di Sulut Terlibat "Money Politic", Ditemukan Uang Ratusan Juta

'Quick Count' Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo Unggul 60,4 Persen di Sulawesi

"Quick Count" Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo Unggul 60,4 Persen di Sulawesi

'Quick Count' Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo Unggul di Maluku Papua Sebesar 57,1 Persen

"Quick Count" Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo Unggul di Maluku Papua Sebesar 57,1 Persen

'Quick Count' Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 57,89 Persen di Jateng-DIY

"Quick Count" Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 57,89 Persen di Jateng-DIY

'Quick Count' Litbang Kompas Data 88,45 persen: Prabowo Unggul 61,80 Persen di Kalimantan

"Quick Count" Litbang Kompas Data 88,45 persen: Prabowo Unggul 61,80 Persen di Kalimantan

'Quick Count' Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 57,61 Persen di Banten

"Quick Count" Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 57,61 Persen di Banten

'Quick Count' Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 57,4 Persen di Jawa Barat

"Quick Count" Litbang Kompas Data 88,45 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 57,4 Persen di Jawa Barat

Suasana Kantor DPD PDIP Jateng Lengang Pasca-Pencoblosan

Suasana Kantor DPD PDIP Jateng Lengang Pasca-Pencoblosan

Surat Suara Tercoblos di Batam, Bawaslu: 'Human Error'

Surat Suara Tercoblos di Batam, Bawaslu: "Human Error"

Tak Biasa, Mobil Dinas Gibran Diparkir di Selatan Halaman Balai Kota Solo

Tak Biasa, Mobil Dinas Gibran Diparkir di Selatan Halaman Balai Kota Solo

Pingsan akibat Asam Lambung, 1 Anggota PTPS di Dompu Dilarikan ke Rumah Sakit

Pingsan akibat Asam Lambung, 1 Anggota PTPS di Dompu Dilarikan ke Rumah Sakit

Mampir ke rumah petinggi pdi-p semarang, ganjar tunda bertolak ke jakarta, dilarang istri, luhut tolak jadi menteri meski prabowo jadi presiden, suara prabowo-gibran unggul di "kandang banteng" solo, fx rudy: enggak nyangka, kita enggak kurang-kurang berjuang, cerita warga semarang dapat serangan fajar sebelum ke tps, beredar foto petugas kpps di serang banten pakai kemeja warna biru langit, kpu: sudah diganti, now trending.

Hasil 'Quick Count' Pilpres 2024 dari 6 Lembaga Survei Data 90 Persen, Prabowo-Gibran Unggul

Hasil "Quick Count" Pilpres 2024 dari 6 Lembaga Survei Data 90 Persen, Prabowo-Gibran Unggul

Pilpres 2024 Diprediksi 1 Putaran Merujuk 'Quick Count' Litbang Kompas

Pilpres 2024 Diprediksi 1 Putaran Merujuk "Quick Count" Litbang Kompas

KPU Klaim Situsnya Alami Ratusan Juta Serangan

KPU Klaim Situsnya Alami Ratusan Juta Serangan

Prabowo: Semua 'Quick Count' Tunjukkan Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Prabowo: Semua "Quick Count" Tunjukkan Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

'Quick Count' Pilpres 2024 Litbang Kompas Data 70 Persen: Prabowo Unggul 59,07 Persen

"Quick Count" Pilpres 2024 Litbang Kompas Data 70 Persen: Prabowo Unggul 59,07 Persen

'Quick Count' Pileg 2024, Litbang Kompas Data 40 persen: PDI-P, Golkar, Gerindra Teratas

"Quick Count" Pileg 2024, Litbang Kompas Data 40 persen: PDI-P, Golkar, Gerindra Teratas

Tanggapi Hasil “Quick Count”, TPN Ganjar-Mahfud: Banyak Kejanggalan dan Kecurangan

Tanggapi Hasil “Quick Count”, TPN Ganjar-Mahfud: Banyak Kejanggalan dan Kecurangan

'Quick Count' Pilpres 2024 Litbang Kompas Data 50 Persen: Prabowo Unggul 59,91 Persen

"Quick Count" Pilpres 2024 Litbang Kompas Data 50 Persen: Prabowo Unggul 59,91 Persen

Mungkin anda melewatkan ini.

Perusahaan Tekstil di Pekalongan Daftarkan 'Citayam' Sebagai Merek ke DKJI Kemenkumham

Perusahaan Tekstil di Pekalongan Daftarkan 'Citayam' Sebagai Merek ke DKJI Kemenkumham

Mengenal KatePay, Sistem Pembayaran Non Tunai bagi Pelajar di Surabaya, Bisa untuk Naik Bus hingga Jajan di Kantin

Mengenal KatePay, Sistem Pembayaran Non Tunai bagi Pelajar di Surabaya, Bisa untuk Naik Bus hingga Jajan di Kantin

Tempat Pembuangan Limbah Pabrik Kayu di Cilacap Terbakar sejak Sabtu, Timbulkan Asap Tebal

Tempat Pembuangan Limbah Pabrik Kayu di Cilacap Terbakar sejak Sabtu, Timbulkan Asap Tebal

Eri Cahyadi Izinkan

Eri Cahyadi Izinkan "Fashion Week" Digelar di Tunjungan, Balai Pemuda Surabaya Disiapkan Jadi Lokasi Alternatif

Menkes Budi: Virus Cacar Monyet Belum Masuk Indonesia

Menkes Budi: Virus Cacar Monyet Belum Masuk Indonesia

www.kompas.com

  • Entertainment
  • Pesona Indonesia
  • Artikel Terpopuler
  • Artikel Terkini
  • Topik Pilihan
  • Artikel Headline
  • Harian KOMPAS
  • Kompasiana.com
  • Pasangiklan.com
  • Gramedia.com
  • Gramedia Digital
  • Gridoto.com
  • Bolasport.com
  • Kontan.co.id
  • Kabar Palmerah
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Pedoman Media Siber

Copyright 2008 - 2023 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar .

gnfi logo

Jalan-jalan Di Pendakian Gunung Ungaran Semarang

Jalan-jalan Di Pendakian Gunung Ungaran Semarang

Gunung Ungaran, gunung dengan jalur pendakian yang ramah untuk didaki serta menyajikan pemandangan alam indah Kota Semarang.

Bagi kalian para pendaki pemula, Semarang menawarkan keindahan pemandangan pegunungan yang cocok untuk para kalian yang baru belajar mendaki. Gunung Ungaran yang terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah ini bisa menjadi pilihan pendakian yang aman untuk pemula.

Gunung yang merupakan jenis gunung stratovolcano atau gunung api tipe C ini dikelilingi oleh banyaknya sumber mata air panas di kawasan kaki gunungnya. Untuk kalian yang ingin berkunjung ke Semarang jangan lupa masukkan Gunung Ungaran ke dalam bucket list kalian.

Daya Tarik Gunung Ungaran

Walaupun merupakan salah satu gunung berapi di Indonesia, Gunung Ungaran merupakan tempat wisata yang cukup populer dengan beragam daya tarik yang luar biasa indahnya.

1. Trek Pendakian yang Ramah bagi Pemula

Gunung Ungaran, gunung di Kota Semarang yang ramah untuk didaki

Gunung Ungaran memiliki ketinggian sekitar 2.050 meter di atas permukaan laut. Pada lereng gunung, dihiasi dengan kawasan kebun teh dan bumi perkemahan yang sejuk. Temperatur udara di kawasan Gunung Ungaran berkisar 22 - 27 ० C, terhitung sangat sejuk jika dibandingkan dengan kawasan Kota Semarang yang dekat dengan laut.

Jalur pendakian Gunung ungaran terkenal terjal dan cocok pagi para pendaki yang sudah berpengalaman. Namun, kondisi gunung yang tenang terbilang aman untuk pendakian ataupun wisata.

2. Titik Start Pendakian yang Beragam

Jalur Pendakian Gunung Ungaran, gunung di Kota Semarang yang ramah untuk didaki

Mulai dari jalur pendakian Gedong Songo yang dimulai dari taman wisata Candi Gedong Songo sampai ke Jalur Promasan yang menawarkan keindahan kebun teh dan Jalur Mawar yang menyediakan campground untuk beristirahat ketika lelah mendaki.

Jika kalian memulai pendakian di jalur Gedong Songo, kalian akan melewati hutan yang dipenuhi semak belukar, maka dari itu untuk kalian pendaki pemula harus ditemani oleh pendaki profesional untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Jalur ini tepat berdampingan dengan jurang dan banyak ilalang yang cukup tinggi yang menghalangi pandangan. Kemiringan jalur ini bisa mencapai lebih dari 60 derajat.

Untuk kalian yang memulai pendakian dari start Promasan, kalian akan disuguhkan pemandangan hamparan kebun teh yang hijau dan luas. Pemandangannya yang eksotis membuat banyak wisatawan yang mengambil foto di daerah ini. Apalagi jika kalian datang disaat matahari terbit ( sunrise ) atau matahari terbenam ( sunset ) dijamin hasil foto kalian sangat estetik. Jalur pendakian Promasan akan membawa kalian ke Jalur Mawar yang berupa lahan datar untuk berkemah. Jalur Mawar biasanya jalur yang banyak digunakan oleh pendaki Gunung Ungaran karena medannya yang santai sehingga tidak terlalu berat untuk melanjutkan perjalanan.

3. Memilki Tiga Puncak yang Cantik

Puncak Botak Gunung Ungaran, gunung di Kota Semarang yang ramah untuk didaki

Gunung Ungaran memiliki tiga puncak yaitu Puncak Gendol, Puncak Botak, dan Pucak Ungaran. Dari ketiganya, puncak ungaran merupakan yang tertinggi dengan ketinggian 2.050 mdpl.

Dari puncak ini kalian akan disuguhkan pemandangan dari Gunung Merbabu dan Gunung Merapi. Kalian juga dapat melihat pemandangan Gunung Telomoyo dan Rawa Pening. Jika kalian bergeser sedikit ke arah barat terdapat Gunung Sumbing, Sindoro, dan Prau Dieng.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Tempat Wisata Hidden Gems Di Kota Semarang

Fasilitas gunung ungaran.

Fasilitas di Gunung Ungaran, gunung di Kota Semarang yang ramah untuk didaki

Tempat ini menawarkan pos-pos pendakian diantaranya yaitu Basecamp Mawar, Basecamp Gedong Songo, dan Basecamp Promasan. Kalian tidak perlu khawatir karena di masing-masing basecamp telah dilengkapi toilet dan warung serta terdapat area parkir.

Di sekitar kawasan Gunung Ungaran kalian juga dapat mengunjungi Candi Gedong Songo dan kawasan Umbul Sidomukti. Kalian juga bisa berendam air panas di kawasan lereng Gunung Ungaran sembari menikmati sejuknya pemandangan pegunungan ungaran.

Baca Juga: Desa Lerep dan Destinasi Wisata Alam Pilihan di Ungaran Semarang

Lokasi dan rute menuju gunung ungaran.

Rute ke Gunung Ungaran, gunung di Kota Semarang yang ramah untuk didaki

Cara mudah untuk kalian yang ingin berkunjung ke Gunung Ungaran yang terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah bisa melalui pos mawar, pos gedong songo dan pos promasan.

Jika kalian berada di posisi yang lebih dekat dengan komplek Candi Gedong Songo, kalian bisa menempuh waktu sekitar 1 jam dari Kota Ungaran. Sedangkan, jika kalian berada di sekitar kawasan umbul sidomukti kalian bisa melewati Pasar Jimbaran terlebih dahulu. Kalian juga bisa berjalan kaki dari kawasan kebun teh medini atau menggunakan ojek selama kurang lebih 1 jam jika kalian ingin mengakhiri di pos promasan.

Harga Tiket dan Jam Operasional Gunung Ungaran

Harga tiket masuk dan lokasi Gunung Ungaran, gunung di Kota Semarang yang ramah untuk didaki

Untuk kalian yang ingin mendaki Gunung Ungaran perlu membayar biaya registrasi camp sebesar Rp 15.000, biaya registrasi tektok Rp 10.000 dan untuk kalian yang membawa kendaraan perlu membayar biaya parkir sebesar Rp 5.000 untuk sepeda motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

Gunung Ungaran dapat diakses setiap hari selama 24 jam namun untuk registrasi pendakian hanya dibuka mulai dari pukul 13.00 - 19.00 WIB

Nah, itulah beberapa informasi mengenai Gunung Ungaran. Apakah kalian tertarik mengunjungi sejuknya kawasan Gunung Ungaran?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Rizky Phyar Saiputra lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Rizky Phyar Saiputra .

Daftar komentar untuk artikel "Jalan-jalan Di Pendakian Gunung Ungaran Semarang"

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Gagal mendapatkan halaman selanjutnya

Gambar sampul Ketika 1 Juta Warga Yogyakarta Rayakan Pesta Demokrasi pada Pemilu 1955

Ketika 1 Juta Warga Yogyakarta Rayakan Pesta Demokrasi pada Pemilu 1955

Masa tenang dimulai, ini larangan bagi tim kampanye, media, dan lembaga survei, horas f1 powerboat 2024 bakal lebih bernuansa batak, tertarik nonton, embung wanakaya, sumber irigasi dan tujuan wisata baru di indramayu, hari pers nasional, refleksi jurnalistik di indonesia, makan siang gratis di sekolah, cara ampuh cegah stunting di negara-negara ini.

Gambar sampul Tjong A Fie, Tionghoa Dermawan yang Danai Pembangunan Masjid Raya Medan

Tjong A Fie, Tionghoa Dermawan yang Danai Pembangunan Masjid Raya Medan

Laporkan artikel.

Terima kasih telah melaporkan penyalahgunaan yang melanggar aturan atau cara penulisan di GNFI. Kami terus berusaha menjadikan GNFI tetap bersih dari konten yang tidak sepatutnya ada di sini.

Sedang mengambil data

  • Beli Tiket Candi Borobudur
  • Peta Sebaran Daya Tarik Wisata
  • Dinas Pariwisata Kab/Kota

logo

Pendakian Gunung Ungaran Jalur Basecamp Mawar

trek gunung ungaran

Berbicara tentang Gunung Ungaran tentu sudah tidak asing lagi bagi pendaki Jawa Tengah. Pasalnya, gunung dengan ketinggian 2050 meter di atas permukaan laut ini menjadi salah satu gunung yang cocok untuk pemula.

Sebenarnya, Gunung Ungaran ini bisa dicapai dari banyak jalur seperti jalur Medini, jalur Gedong Songo, dan dua jalur yang sudah ditutup yaitu jalur Curug Lawe serta jalur Nglimut.

Jika lewat jalur Medini, baik motor ataupun mobil bisa sampai di desa terakhir yaitu Promasan namun dengan jalanan yang berbatu dan ala kadarnya. Kebanyakan pendaki pemula biasanya menggunakan jalur Basecamp Mawar karena jalurnya yang lebih terawat dan parkir yang aman.

Tidak membutuhkan perjalanan waktu yang cukup lama dari basecamp menuju ke puncak. Biasanya membutuhkan waktu sekitar 7 sampai 12 jam bagi pemula untuk bisa berteriak di atas puncaknya.

Tiket Masuk dan Fasilitas Parkir

Setelah mengisi formulir pendakian dan membayar retribusi sekitar 15 ribu rupiah per orang. Pendaki bisa langsung masuk ke area hutan untuk melanjutkan perjalanan.

Dari Basecamp Mawar ke Pos 1 tidak terpaut jauh karena hanya membutuhkan waktu setengah jam saja. Selama perjalanan didominasi oleh hutan pinus yang cukup lebat dan hutan campuran.

Pendaki bisa melanjutkan perjalanan lagi selama setengah jam untuk sampai di sungai kecil. Di sini, pendaki bisa mengisi air sebagai persediaan saat naik ke atas puncak nanti atau sekedar membasuh tangan dan kaki saja.

Dari sungai kecil, jalur yang dilewati oleh pendaki selanjutnya akan lebih menanjak dan menguras energi. Beberapa tanjakan sangat terjal bahkan jika sedang musim hujan bisa membuat pendaki tergelincir.

Beberapa titik lokasi nantinya memiliki jalur basah dan berlumpur yang menjadi sarang lintah. Saat musim penghujan tak heran banyak pendaki yang terganggu karena hewan berlendir ini. Sebagai saran, bawalah semprotan yang berisi air garam atau tembakau untuk mengusir lintah ini.

Pos Kolam Renang Unik Hanya Ada Di Gunung Ungaran

Sampai akhirnya pendaki akan sampai di pos kolam renang. Sesuai namanya, tempat ini memang terdapat fasilitas kolam renang dengan air bersumber dari Gunung Ungaran. Tak hanya itu saja, terdapat shelter dan rumah warga yang ada di sekitarnya untuk digunakan berteduh saat hujan tiba.

Perjalanan selajutnya hanya berupa jalan berbatu yang lebar karena biasa digunakan untuk jalur mengangkut hasil kopi atau kayu. Selama perjalanan, pendaki akan disuguhi pemandangan kebun kopi yang cukup luas dan rimbun.

Menurut warga sekitar, dari pos ini sebetulnya bisa langsung menuju ke puncak Ungaran. Namun jalur yang dilewati memang tidak resmi dan mungkin sudah tertutup oleh rerumputan liar.

Setelah melewati kebun kopi maka pendaki akan sampai di perbatasan kebun kopi dan kebun teh. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama pertigaan karena terdapat dua jalur yaitu ke arah puncak dan ke arah Desa Promasan.

Di tempat ini saat siang hari memiliki pemandangan yang sangat indah. Hamparan luas kebun teh yang hijau dan membentang luas cukup menyegarkan pikiran.

Summit Attack Gunung Ungaran

Ada dua pilihan bagi pendaki, pendaki bisa melanjutkan perjalanan menuju puncak Ungaran langsung atau berkemah dahulu di Desa Promasan satu malam untuk mengisi air atau sekedar menikmati suasananya. 

Jika memutuskan untuk lanjut menuju puncak, maka disarankan untuk beristirahat sejenak di pertigaan ini untuk mengisi tenaga.

Dari pertigaan sampai ke puncak membutuhkan waktu sekitar 3-6 jam tergantung dari lamanya mengambil waktu istirahat selama perjalanan. Jalur yang menanjak dan sesekali melewati pohon yang tumbang dan bebatuan besar sangat menguras tenaga.

Saat sampai di bukit kecil pertama, pendaki akan disuguhi pemandangan yang sangat luas. Terlihat Desa Promasan yang kecil dan pemandangan yang mengarah ke Kabupaten Semarang.

Saat musim hujan memang perlu ekstra hati-hati karena saat perjalanan dari bukit menuju ke puncak bisa dihadang oleh badai besar. Angin kencang beserta kabut yang dibawa bisa membutakan pendaki untuk mengambil jalan yang salah.

Beberapa jalan kecil memang terlihat karena warga sekitar biasa menggunakannya untuk berburu atau menuju ke sisi lain Gunung Ungaran.

Setidaknya menghabiskan 30 menit untuk sampai di puncak Gunung Ungaran. Di puncaknya terlihat area yang cukup lapang dengan tiga tugu dan satu tiang bendera Merah Putih.

Saat tidak ada halangan dari awan atau kabut, akan tampak pemandangan Semarang yang megah, Laut Jawa dan gunung lain yang ada di sekitar Gunung Ungaran.

Baik sunrise ataupun sunset memiliki keindahan yang tidak terbayangkan. Itulah mengapa gunung ini masih menjadi favorit bagi para pendaki Jawa Tengah. (Nico/ Kontributor)

Artikel Terkait

Sedapnya pindang tetel, hidangan asli pekalongan yang mirip rawon, pesona bukit selo arjuno & bligo yang wajib kamu datangi, tengok desa wisata banyuanyar, nikmatnya seruput kopi hingga tetes terakhir, pecinan semarang bersolek sambut imlek, perpaduan wisata religi budaya dan kuliner, kopi lelet rembang dan kisah galangan kapal.

Mounture.com

Detail Pendakian Gunung Ungaran via Jimbaran

  • 24 August 2023 06:59
  • Luchito Sangsoko

trek gunung ungaran

Pintu masuk Mawar Camp – Foto: google maps/Putut Cahyo WaEe

Mounture.com — Gunung Ungaran yang terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah memiliki ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini memiliki beberapa jalur pendakian, yaitu Gedong Songo, Jimbaran, dan Medini/Promosan dan Perantunan.

Salah satu jalur yang terbilang cocok untuk pendaki pemula ialah melalui Jimbaran atau lebih dikenal dengan Mawar Camp. Lokasi basecamp-nya berada di Jl. Goa Jepang No.KM.5, Kluwihan, Sidomukti, Kec. Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Mendaki melalui jalur Mawar ini, Anda akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp10 ribu per orang, dan tarif parkir kendaraan roda dua sebesar Rp5 ribu, dan roda empat Rp10 ribu.

BACA JUGA: Cara Mudah Booking Online Pendakian Gunung Gede Pangrango

Melalui jalur Jimbaran atau Mawar ini, pendaki akan melintasi empat pos pendakian sebelum menuju ke puncaknya. Adapun waktu tempuh yang diperlukan untuk mencapai puncak Ungaran kurang lebih dua hingga tiga jam pendakian.

Berikut ini detail pendakian Gunung Ungaran via Jimbaran atau Mawar:

1. Basecamp – Pos 1 :

Akan menempuh jarak sekitar 150 meter dengan waktu perjalanan sekitar 15 menit. Selepas dari basecamp, Anda akan berjumpa dengan pertigaan pertama di jalur pendakian. Jalur ke kiri merupakan jalur baru ke arah puncak, dan jalur kanan jalur lama dan sekarang dipakai untuk ke arah Bukit Tandem Paralayangan Ungaran.

Pilihlah jalur sebelah kiri, lalu ikuti jalur pendakian yang baru. Mulai dari sini, kontur jalur akan sedikit menanjak, kemudian relatif landai sampai Pos 1. Pos 1 adalah titik pertemuan dari jalur lama dan jalur baru. Di Pos 1 ini terdapat shelter berupa gubuk kecil yang beratap seng.

2. Pos 1 – Pos 2 :

Dari Pos 1 ke Pos 2 akan ditempuh selama 15 menit dengan jarak sekitar 150 meter, di mana Anda akan menyusuri pinggiran jurang. Kontur jalurnya berupa tanah berkerikil, dan jalurnya cenderung terbuka namun landai.

Setelah menemui sungai kecil, trek pendakian akan kembali menanjak sampai ke Pos 2. Pos 2 sendiri merupakan persimpangan menuju ke jalur lama dan baru, jika mengambil jalur lurus maka Anda akan melintasi jalur lama melewati perkebunan teh Promasan.

Namun, jika mengambil lajur kiri atas, maka akan melewati jalur baru dan langsung menuju ke puncak. Nantinya, di Pos 2 akan terdapat shelter kecil yang cukup nyaman untuk berteduh atau beristirahat.

BACA JUGA: Jam Pendakian Kawah Ijen Kembali Normal

3. Pos 2 – Pos 3 :

Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 memakan waktu sekitar 15 menit dengan jarak sekitar 150 meter dengan kontur menanjak. Medan yang akan ditemui didominasi oleh tanah berbatu dengan kiri dan kanan hutan lebat. Di jalur menuju ke Pos 3, Anda tidak akan menemui ‘bonus’ alias menanjak hingga ke Pos 3.

4. Pos 3 – Pos 4 :

Pos 3 ke Pos 4 dengan jarak 350 meter akan ditempuh selama 35 menit perjalanan. Anda akan menemui jalur yang terus menanjak dan menerobos hutan lebih dalam. Menjelang pertemuan dengan Pos 4, Anda akan mendapati jalur yang cukup landai.

Adapun Pos 4 ini merupakan titik pertemuan dari jalur pendakian Gunung Ungaran via Mawar dan Promasan. Tak heran, jika nantinya Anda akan bertemu dengan para pendaki dari jalur lain, setelah melewati Pos 4. Disarankan untuk beristirahat di Pos 4, sebab perjalanan setelah Pos 4 akan lebih sulit dan menguras tenaga.

5. Pos 4 – Puncak Ungaran

Untuk menuju ke puncak dari Pos 4 akan menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam dengan jarak sekitar 1,2 kilometer. Mulai dari Pos 4, jalur pendakian akan didominasi oleh batuan besar dan trek cenderung menanjak sampai ke puncak.

Nantinya, Anda akan menemui tebing batu dan juga sabana kecil sebelum sampai ke puncak. Kendati tidak begitu luas, namun area ini sering dipakai untuk ngecamp para pendaki. Setelah dari sabana kecil, perjalanan dilanjutkan dengan kontur yang terus menanjak sampai ke puncak Ungaran. (MC/PC)

Tags: catatan perjalanan ungaran via jimbaran gunung ungaran gunung ungaran via jimbaran ungaran via mawar

You may also like...

trek gunung ungaran

Detail Pendakian Gunung Ciremai via Trisakti Sadarehe

trek gunung ungaran

Estimasi Waktu dan Biaya Mendaki Gunung Parang via Ferrata

trek gunung ungaran

Biaya Transportasi untuk Mendaki Gunung Gede Pangrango via Cibodas

Leave a reply cancel reply.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed .

  • Next Rekomendasi Aplikasi Pemandu Wisata
  • Previous Alasan Gunung Papandayan Cocok untuk Pendaki Pemula

trek gunung ungaran

  • Hubungi Kami
  • Kirim Artikel
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber

Follow us on

Our network.

trek gunung ungaran

Video on YouTube

LPM Mayantara

  • Tentang Kami
  • Seputar Kampus
  • Pojok Sambat
  • Nyastra Yuk
  • Kotak Musik
  • Tips Buatmu

LPM Mayantara

LPM Mayantara

Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan, Jalur Eksotis dengan 3 Puncak Mempesona

Penulis : Imam Hadi Santoso

MAYANTARA - Gunung Ungaran yang terletak di Kabupaten Semarang bisa menjadi tujuan pendakian untuk kamu yang tidak memiliki banyak waktu luang. 

Jarak dari basecamp hingga puncak dan juga elevasi jalur yang tidak terlalu panjang memudahkan pendakian tektok atau pulang pergi tanpa menginap.  

Salah satu jalur pendakian Gunung Ungaran yang digemari para pendaki adalah Basecamp Perantunan. Basecamp Perantunan terletak di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. 

Lokasinya yang cukup dekat dengan pusat kota membuatnya disukai oleh para pendaki untuk menggapai puncak Gunung Ungaran. 

Jalur pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Perantunan ini memiliki 5 pos di sepanjang jalur pendakian, dengan elevasi dari basecamp sampai puncak sekitar 760 MDPL. 

Keunggulan dari Basecamp Perantunan ini adalah terdapat 3 puncak yang dapat digapai yaitu Puncak Banteng Raider, Puncak Botak, dan Puncak Bondolan. 

Dari Basecamp menuju Pos 1 hanya memakan waktu 15 menit, melewati kebun warga sampai pintu rimba. Kemudian dilanjutkan dengan jalur tanah sedikit menukik ke atas sampai pos 1. 

Selanjutnya untuk menuju Pos 2 hanya memakan waktu kurng lebih 10 menit karena jarak yang dekat dan jalur yang tidak terlalu menanjak. 

Jalur menuju Pos 3 masih berupa jalan tanah menanjak yang dikelilingi hutan pinus lebat dengan estimasi waktu hanya 15 menit berjalan. 

Menuju pos 4 kamu akan melewati Ondo Rante, di mana kontur tanah berupa akar yang berbentuk tangga dan menukik cukup tajam dengan jarak yang lumayan jauh. Estimasi dari Pos 3 ke Pos 4 sekitar 25 menit berjalan santai. 

Sesampainya di Pos 4 kamu akan mendapati jalur percabangan ke arah puncak Bondolan dan ke arah Pos 5. 

Untuk arah puncak Bondolan jalur menukik ke atas dan vegetasi terbuka serta sabana ilalang yang terbuka dengan estimasi 30 menit pendakian. 

Dari pos 4 menuju pos 5 jalur cukup landai dan tidak terlalu menanjak, melewati lembah hantu yang cukup terkenal dengan hutan lumutnya. Dengan jalur yang cukup landai, waktu perjalanan dari Pos 4 menuju Pos 5 hanya sekitar 20 menit. 

Setelah melewati Pos 5 pendaki akan menemukan percabangan jalur puncak yang kedua, yaitu percabangan antara Puncak Botak dan Puncak Banteng Raider. Apabila hendak menuju Puncak Banteng Raider, waktu tempuh yang dibutuhkan sekitar 30 menit dengan trek yang menanjak. 

Sedangkan untuk ke Puncak Botak, dari percabangan kedua berbelok ke kiri melewati hutan lumut. Kemudian menanjak dengan waktu tempuh 20 menit. 

Dari Puncak Botak dapat terlihat Puncak Banteng Raider dan Puncak Bondolan. 

Dengan jalur yang masih asri dan ramah untuk pemula serta waktu tempuh yang tidak terlalu panjang, Gunung Ungaran via Basecamp Perantunan menjadi primadona pendaki yang tidak memiliki waktu luang lama. 

Pemandangan dari puncak yang memanjakan mata dengan Gunung Lawu di sebelah timur, kemudian Gunung Merbabu, Merapi, Telomoyo serta Andong di sisi selatan akan membuat siapapun ketagihan mendaki di Gunung Ungaran.***

Editor : I.K Nino Sativara

Mayantara.com

Diposting oleh Mayantara.com

Anda mungkin menyukai postingan ini, kontribusi pembaca.

Kontribusi Pembaca

Terpopuler Sepekan

Pendaftaran Resmi Dibuka, Segini Besaran Uang Saku dan Bantuan Biaya Pendidikan KIP Kuliah 2024

Pendaftaran Resmi Dibuka, Segini Besaran Uang Saku dan Bantuan Biaya Pendidikan KIP Kuliah 2024

Mahasiswa Universitas Terbuka Keluhkan Nilai E, Pihak Kampus Sebut Penilaian Sudah Sesuai

Mahasiswa Universitas Terbuka Keluhkan Nilai E, Pihak Kampus Sebut Penilaian Sudah Sesuai

Pendaftaran Relawan KIP Kuliah 2024 Segera Ditutup, Simak Jadwal dan Persyaratannya Berikut Ini

Pendaftaran Relawan KIP Kuliah 2024 Segera Ditutup, Simak Jadwal dan Persyaratannya Berikut Ini

Universitas Terbuka Membuka Sejumlah Program Studi Baru pada 2024, Berikut Daftar Lengkapnya

Universitas Terbuka Membuka Sejumlah Program Studi Baru pada 2024, Berikut Daftar Lengkapnya

Website Latihan Mandiri Universitas Terbuka Diduga Diretas, Mahasiswa Diimbau Tetap Tenang

Website Latihan Mandiri Universitas Terbuka Diduga Diretas, Mahasiswa Diimbau Tetap Tenang

Ikuti media sosial kami, google news.

GOOGLE NEWS

Menu Footer Widget

  • LPM Mayantara - UKM Jurnalistik Universitas Terbuka Surakarta

Contact form

Kompas.com

  • Mode Terang
  • Gabung Kompas.com+
  • Konten yang disimpan
  • Konten yang disukai
  • Berikan Masukanmu

www.kompas.com

  • Megapolitan
  • Surat Pembaca
  • Kilas Daerah
  • Kilas Korporasi
  • Kilas Kementerian
  • Sorot Politik
  • Kilas Badan Negara
  • Kelana Indonesia
  • Kalbe Health Corner
  • Kilas Parlemen
  • Konsultasi Hukum
  • Apps & OS
  • Tech Innovation
  • Kilas Internet
  • Elektrifikasi
  • Timnas Indonesia
  • Liga Indonesia
  • Liga Italia
  • Liga Champions
  • Liga Inggris
  • Liga Spanyol
  • Internasional
  • Sadar Stunting
  • Spend Smart
  • Smartpreneur
  • Kilas Badan
  • Kilas Transportasi
  • Kilas Fintech
  • Kilas Perbankan
  • Tanya Pajak
  • Sorot Properti
  • Tips Kuliner
  • Tempat Makan
  • Panduan Kuliner Yogyakarta
  • Beranda UMKM
  • Jagoan Lokal
  • Perguruan Tinggi
  • Pendidikan Khusus
  • Kilas Pendidikan
  • Jalan Jalan
  • Travel Tips
  • Hotel Story
  • Travel Update
  • Nawa Cahaya
  • Ohayo Jepang

Aturan Pendakian Gunung Ungaran via Mawar, Dilarang Solo Hiking

Topik untukmu:, kompas.com travel travel update, anggara wikan prasetya.

Panorama di Gunung Ungaran.

KOMPAS.com – Gunung Ungaran di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, bisa jadi salah satu tujuan pendakian favorit.

Gunung dengan ketinggian sekitar 2.050 meter di atas permukaan laut ini menyuguhkan keindahan panorama alam dari ketinggian.

Waktu tempuh menuju puncak Gunung Ungaran juga tidak terlalu lama, yakni hanya sekitar 2,5 jam.

Baca juga: Rute Menuju Basecamp Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan

Salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Ungaran adalah via Mawar di Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang.

Pendakian Ungaran via Basecamp Mawar nantinya menjangkau puncak Banteng Raiders, salah satu puncak Gunung Ungaran selain Puncak Botak dan Bondolan (via Perantunan).

Apabila hendak mendaki ke Gunung Ungaran via Basecamp Mawar, berikut ini Kompas.com rangkum aturannya per Selasa (25/7/2023):

Kewajiban pendakian Gunung Ungaran via Mawar

  • Wajib dalam kondisi sehat
  • Wajib membawa perlengkapan pendakian lengkap (logistik dan lain-lain)
  • Wajib registrasi dengan identitas
  • Wajib saling menghormati sesame pendaki
  • Wajib membawa turun sampah

KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jalur pendakian Gunung Ungaran.

Larangan pendakian gunung ungaran via mawar.

  • Dilarang mendirikan tenda di area Puncak Tugu Raiders
  • Dilarang mendirikan tenda di jalur pendakian dan dalam pos
  • Dilarang berbuat vandalisme, asusila, dan pelanggaran hukum
  • Dilarang membawa atau mengonsumsi minuman keras dan narkoba
  • Dilarang membuat perapian pada musim kemarau
  • Dilarang melakukan pendakian seorang diri ( solo hiking )

Adapun larangan pendakian seorang diri di Gunung Ungaran via Mawar masih termasuk baru. Kompas.com sempat mendaki seorang diri ke sana pada tahun 2018.

Baca juga: 5 Wisata Sekitar Alun-alun Bandungan, Indahnya Lereng Gunung Ungaran

“Sudah sejak 2 tahun ini dilarang solo hiking,” kata pengelola Basecamp Ungaran via Mawar bernama Sholikin kepada Kompas.com melalui WhatsApp, Jumat (28/7/2023).

Tag Gunung Ungaran Gunung Ungaran via Mawar Aturan pendakian Gunung Ungaran

#

Makam Penyebar Islam Syekh Hasan Munadi di Ungaran Jadi Tujuan Ziarah

trek gunung ungaran

Main ke Mata Air Senjoyo di Ungaran, Renang hingga Cicip Rolade Jembak

trek gunung ungaran

Malam Tahun Baru 2023 di Alun-alun Bung Karno, Ungaran, Ada Pentas Sendratari

trek gunung ungaran

5 Wisata Sekitar Alun-alun Bandungan, Indahnya Lereng Gunung Ungaran

trek gunung ungaran

Rute ke Taman Bunga Celosia Bandungan di Kaki Gunung Ungaran

trek gunung ungaran

TTS - Sambut Pemilu 2024

TTS - Serba serbi Demokrasi

TTS - Serba serbi Demokrasi

Games Permainan Kata Bahasa Indonesia

Games Permainan Kata Bahasa Indonesia

TTS - Eps 131 - Acakata: Hewan Melata!

TTS - Eps 131 - Acakata: Hewan Melata!

TTS Eps 130 - Tebak-tebakan Garing

TTS Eps 130 - Tebak-tebakan Garing

TTS - Musik Yang Paling Mengguncang

TTS - Musik Yang Paling Mengguncang

Berita terkait.

Jalur Pendakian Merbabu via Selo dan Suwanting Tutup 12 sampai 18 Februari 2024

Terkini Lainnya

Banjir di Demak Belum Surut, Ini Rute Alternatif Semarang ke Kudus

Banjir di Demak Belum Surut, Ini Rute Alternatif Semarang ke Kudus

Cara Masuk Ancol Gratis pada 16 Februari, Pilih di Bagian Promo

Cara Masuk Ancol Gratis pada 16 Februari, Pilih di Bagian Promo

Pungutan Turis Asing di Bali Diterapkan Hari Ini, Mayoritas Pakai Kartu Kredit

Pungutan Turis Asing di Bali Diterapkan Hari Ini, Mayoritas Pakai Kartu Kredit

Kemenparekraf: Setengah dari Pekerja Pariwisata adalah Perempuan

Kemenparekraf: Setengah dari Pekerja Pariwisata adalah Perempuan

Tiket KA untuk Angkutan Lebaran 2024 Sudah Bisa Dibeli Mulai 15 Februari

Tiket KA untuk Angkutan Lebaran 2024 Sudah Bisa Dibeli Mulai 15 Februari

Diskon 50 Persen Perlengkapan di Umbul Ponggok Saat Pemilu

Diskon 50 Persen Perlengkapan di Umbul Ponggok Saat Pemilu

Umbul Nilo di Klaten Tetap Buka Saat Pemilu, Bisa Nyebur Setelah Pusing Mencoblos

Umbul Nilo di Klaten Tetap Buka Saat Pemilu, Bisa Nyebur Setelah Pusing Mencoblos

Wisata Umbul Bening Banyuwangi: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Wisata Umbul Bening Banyuwangi: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

5 Tempat Wisata Dekat Stasiun Purwosari Solo, Ada Lokananta dan Keraton

5 Tempat Wisata Dekat Stasiun Purwosari Solo, Ada Lokananta dan Keraton

Tradisi Valentine di Jepang, Perempuan Beri Cokelat ke Laki-laki

Tradisi Valentine di Jepang, Perempuan Beri Cokelat ke Laki-laki

6 Destinasi Romantis di Dunia untuk Rayakan Valentine 2024, Ada Bali

6 Destinasi Romantis di Dunia untuk Rayakan Valentine 2024, Ada Bali

Aneka Fasilitas dan Wahana Permainan di Lontar Sewu di Gresik

Aneka Fasilitas dan Wahana Permainan di Lontar Sewu di Gresik

14 Tradisi Valentine di Dunia, Ada Nikah Massal di Filipina

14 Tradisi Valentine di Dunia, Ada Nikah Massal di Filipina

Citilink dan Kemberin Luncurkan LinkTrip, Ada Paket Wisata ke Rinjani

Citilink dan Kemberin Luncurkan LinkTrip, Ada Paket Wisata ke Rinjani

6 Promo Pemilu 2024 di Ancol, Ada Diskon Tiket Dufan dan Sea World

6 Promo Pemilu 2024 di Ancol, Ada Diskon Tiket Dufan dan Sea World

Lokasi ubud-nya wonogiri, hamparan sawah yang indah berlatar pegunungan, wisata edukasi lontar sewu gresik: daya tarik, harga tiket, dan jam buka, pemilu 2024 pada 14 februari ditetapkan jadi hari libur nasional, ini 7 kategori wna yang tidak kena pungutan turis asing di bali, pungutan turis asing di bali siap diterapkan per 14 februari 2024, now trending.

Hasil 'Quick Count' Pilpres 2024 dari 6 Lembaga Survei Data 90 Persen, Prabowo-Gibran Unggul

Hasil "Quick Count" Pilpres 2024 dari 6 Lembaga Survei Data 90 Persen, Prabowo-Gibran Unggul

Pilpres 2024 Diprediksi 1 Putaran Merujuk 'Quick Count' Litbang Kompas

Pilpres 2024 Diprediksi 1 Putaran Merujuk "Quick Count" Litbang Kompas

KPU Klaim Situsnya Alami Ratusan Juta Serangan

KPU Klaim Situsnya Alami Ratusan Juta Serangan

Prabowo: Semua 'Quick Count' Tunjukkan Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

Prabowo: Semua "Quick Count" Tunjukkan Prabowo-Gibran Menang Satu Putaran

'Quick Count' Pilpres 2024 Litbang Kompas Data 70 Persen: Prabowo Unggul 59,07 Persen

"Quick Count" Pilpres 2024 Litbang Kompas Data 70 Persen: Prabowo Unggul 59,07 Persen

'Quick Count' Pileg 2024, Litbang Kompas Data 40 persen: PDI-P, Golkar, Gerindra Teratas

"Quick Count" Pileg 2024, Litbang Kompas Data 40 persen: PDI-P, Golkar, Gerindra Teratas

Tanggapi Hasil “Quick Count”, TPN Ganjar-Mahfud: Banyak Kejanggalan dan Kecurangan

Tanggapi Hasil “Quick Count”, TPN Ganjar-Mahfud: Banyak Kejanggalan dan Kecurangan

'Quick Count' Pilpres 2024 Litbang Kompas Data 50 Persen: Prabowo Unggul 59,91 Persen

"Quick Count" Pilpres 2024 Litbang Kompas Data 50 Persen: Prabowo Unggul 59,91 Persen

Mungkin anda melewatkan ini.

Taman Tabebuya di Jakarta, Tempat Wisata Keluarga yang Digemari Anak-anak hingga Lansia

Taman Tabebuya di Jakarta, Tempat Wisata Keluarga yang Digemari Anak-anak hingga Lansia

Ukuran Kapal Wisata Akan Disesuaikan dengan Perairan Labuan Bajo, Cegah Kecelakaan

Ukuran Kapal Wisata Akan Disesuaikan dengan Perairan Labuan Bajo, Cegah Kecelakaan

Cara ke Taman Proklamasi Naik TransJakarta dari Tangerang

Cara ke Taman Proklamasi Naik TransJakarta dari Tangerang

Turis Asing di Candi Borobudur Bisa Sekalian Perpanjang Izin Tinggal

Turis Asing di Candi Borobudur Bisa Sekalian Perpanjang Izin Tinggal

Cara Berkunjung ke Jembatan Item Jatinegara, Surganya Barang Bekas

Cara Berkunjung ke Jembatan Item Jatinegara, Surganya Barang Bekas

www.kompas.com

  • Entertainment
  • Pesona Indonesia
  • Artikel Terpopuler
  • Artikel Terkini
  • Topik Pilihan
  • Artikel Headline
  • Harian KOMPAS
  • Kompasiana.com
  • Pasangiklan.com
  • Gramedia.com
  • Gramedia Digital
  • Gridoto.com
  • Bolasport.com
  • Kontan.co.id
  • Kabar Palmerah
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Pedoman Media Siber

Copyright 2008 - 2023 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar .

  • Jalur Pendakian
  • Wisata Pantai
  • Lintas Kota
  • Teknik Survival

trek gunung ungaran

Pendakian Gunung Ungaran 2.050 mdpl via Basecamp Mawar

Pendakian Gunung Ungaran via Jimbaran (Pos Mawar)

  • Jalur pendakian via Gedong Songo 
  • Jalur pendakian via Jimbaran 
  • Jalur pendakian via Promasan 

Transportasi ke basecamp  Mawar

  • Dari Semarang : Dari Terminal Terboyo Semarang, pilih bus jurusan Ambarawa atau Salatiga, turun di daerah Tegal Panas atau Rumah Sakit Ken Saras atau Pasar Babadan. Dari Tegal Panas atau Pasar Babadan, bisa memilih mikrolet atau ojek. Jika naik mikrolet pilih jurusan Pasar Jimbaran, lanjut ojek ke basecamp  Mawar.
  • Dari Solo : Dari Terminal Tirtonadi Solo naik bus tujuan Terminal Terboyo, turun di daerah Tegal Panas atau Rumah Sakit Ken Saras atau Pasar Babadan. Lanjut seperti cara di atas.
  • Dari Surabaya / Jakarta : Bisa naik bus tujuan Terminal Terboyo Semarang atau Stasiun Tawang. Kemudian lanjut naik bus jurusan Ambarawa atau Salatiga, seperti cara di atas.
  • Ada dua pilihan bus jurusan Salatiga - Ambarawa yaitu bus besar yang bisa ditemui selama 24 dan mini bus yang hanya beroperasi hingga pukul 17.00 WIB.
  • Jam operasional angkutan mikrolet dari Tegal Panjang atau Pasar Babadan menuju Pasar Jimbaran hanya sampai pukul 17.00 WIB.
  • Pos Mawar satu jalur dengan wisata Umbul Sidomukti. Ikuti jalan di gerbang Kawasan Wisata Candi Gedong Songo dan ikuti hingga pasar Jimbaran. Di pasar Jimbaran ada gang bertuliskan Basecamp Mawar dan ikuti jalan tersebut. 
  • Dari arah selatan, sekitar Magelang, Klaten, Solo, Salatiga, Jogjakarta bisa melalui Ambarawa agar lebih dekat. Sampai Ambarawa ambil arah Desa Baran, lanjut naik sampai Pasar Bandungan, ambil arah wisata Umbul Sidomukti  untuk mencapai basecamp mawar. 
  • Dari daerah sekitar Temanggung atau Wonosobo bisa lewat arah Sumowono, kemudian ambil arah Bandungan. 

Peta Jalur Pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Mawar

Peta Pendakian Gunung Ungaran via Jimbaran (Pos Mawar)

Pendakian Gunung Ungaran

Basecamp mawar - pos 1, pos 1 - pos 2, pos 2 - pos 3, pos 3 - kebun teh, kebun teh - puncak gunung ungaran, tips pendakian gunung ungaran :.

  • Lengkapi logistik di basecamp mawar yang sudah menyediakan beberapa warung. 
  • Gunakan Peralatan dan Perlengkapan Mendaki Gunung yang lengkap untuk kenyamanan dan keamanan. 
  • Sumber air ada di antara pos 1 - pos 2 dan penampungan air pos 3. Lebih baik membawa air kemasan yang lebih terjamin. Setelah Pos 3, tidak ada sumber air, persiapkan logistik air yang cukup. 
  • Waspadai ketika musim hujan, jalur pendakian ke puncak sangat licin. 
  • Jika cuaca tidak cukup baik, sering terjadi angin kencang di area terbuka setelah hutan hingga di puncak. Tetap pertimbangkan perubahan cuaca untuk menentukan lokasi camp maupun summit. 
  • Tidak disarankan untuk camp di puncak utama Gunung Ungaran. Untuk mendirikan tenda bisa di belakang puncak untuk mengantisipasi angin kencang. 
  • Jagalah kebersihan dan buang sampah di tempat yang sudah disediakan, tepatnya di dekat area kebun teh. 

Estimasi Waktu Pendakian Gunung Ungaran :

Informasi gunung ungaran via basecamp mawar :.

  • Tinggi :  2.050 mdpl
  • Tipe : Stratovolcano type C
  • Wilayah :  Kabupaten Semarang
  • Letusan Terakhir :  -
  • Puncak : Puncak Ungaran, Puncak Botak, Puncak Gendol
  • Sumber Mata Air :  Pos 2, Pos 3
  • Camp  Ideal :  Camp area dekat puncak
  • Durasi Pendakian Normal : 1 - 2 Hari
  • View  Gunung :   Gunung Merapi ,  Gunung Merbabu , Gunung Telomoyo, Rawa Pening,  Gunung Sumbing ,  Gunung Sindoro ,  Gunung Prau .
  • Wisata Sekitar : Kebun Teh Medini, Air Terjun Tirto Wening,  Candi Gedong Songo, Umbul Sidomukti
  • Lokasi  Basecamp  Mawar   :  Jl. Goa Jepang No.KM.5, Kluwihan, Sidomukti, Kec. Bandungan, Semarang, Jawa Tengah (Map :  Klik Disini )
  • Kontak  Basecamp  Mawar :  0813-9307-0558
  • Simaksi :  Rp. 15.000/orang

Bagikan Artikel ini

Related Posts

  • Selasa, 13 Februari 2024
  • DI Aceh SerambiNews.com Prohaba.co TribunGayo.com
  • Sumatera Utara Tribun-Medan.com
  • Sumatera Barat TribunPadang.com
  • Riau TribunPekanbaru.com
  • Kepulauan Riau TribunBatam.id
  • Jambi TribunJambi.com
  • Sumatera Selatan TribunSumsel.com Sripoku.com
  • Bangka Belitung BangkaPos.com PosBelitung.co BabelNews.id
  • Bengkulu TribunBengkulu.com
  • Lampung TribunLampung.co.id
  • Jakarta TribunJakarta.com WartaKotalive.com
  • Banten TribunBanten.com TribunTangerang.com
  • Jawa Barat TribunJabar.id TribunnewsDepok.com TribunBekasi.com TribunnewsBogor.com TribunPriangan.com TribunCirebon.com
  • Jawa Tengah TribunJateng.com TribunSolo.com TribunBanyumas.com TribunMuria.com Tribun-Pantura.com TribunMataraman.com
  • Jawa Timur TribunJatim.com Surya.co.id SuryaMalang.com TribunMadura.com TribunJatim-Timur.com
  • Jogja TribunJogja.com
  • Bali Tribun-Bali.com
  • Kalimantan Barat TribunPontianak.co.id
  • Kalimantan Tengah TribunKalteng.com
  • Kalimantan Timur TribunKaltim.co
  • Kalimantan Utara TribunKaltara.com
  • Kalimantan Selatan BanjarmasinPost.co.id
  • Sulawesi Barat Tribun-Sulbar.com
  • Sulawesi Selatan Tribun-Timur.com TribunToraja.com
  • Sulawesi Tenggara TribunnewsSultra.com
  • Sulawesi Tengah TribunPalu.com
  • Sulawesi Utara TribunManado.co.id
  • Gorontalo TribunGorontalo.com
  • Nusa Tenggara Barat TribunLombok.com TribunMataram.com
  • Nusa Tenggara Timur TribunFlores.com Pos-Kupang.com
  • Maluku Utara TribunTernate.com
  • Maluku TribunAmbon.com
  • Papua Tribun-Papua.com
  • Papua Barat TribunPapuaBarat.com
  • Sorong TribunSorong.com
  • Ikuti Kami Youtube Facebook Instagram Twitter Google News Tiktok
  • Hi, Profile Kirim Images Logout
  • Login Belum punya akun? Mendaftar
  • Pemilu Legislatif
  • Sejarah Pemilu
  • Agenda Pemilu
  • Riau Region
  • DPRD Pekanbaru
  • Seputar Pajak
  • Citizen Journalism
  • Bumi Lancang Kuning
  • Dumai Region
  • TribunPekanbaruWiki.com
  • Indeks Berita
  • Tribun Dumai
  • Tribun Pelalawan
  • Tribun Inhu
  • Tribun Rohul
  • Tribun Tembilahan
  • Tribun Bengkalis
  • Tribun Siak
  • Tribun Padang
  • TribunPekanbaruTravel.com

Cerita Rakyat

Cerita rakyat jawa tengah legenda gunung ungaran dan misteri gunung ungaran dongeng sebelum tidur, cerita rakyat jawa tengah yakni legenda gunung ungaran dan misteri gunung ungaran yang bisa jadi dongeng sebelum tidur untuk anak, penulis: pitos punjadi | editor: nolpitos hendri.

Cerita Rakyat Jawa Tengah Legenda Gunung Ungaran dan Misteri Gunung Ungaran Dongeng Sebelum Tidur

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kali ini cerita rakyat Indonesia adalah cerita rakyat Jawa Tengah yakni legenda Gunung Ungaran dan misteri Gunung Ungaran yang bisa jadi dongeng sebelum tidur untuk anak.

Konon pada zaman dahulu, Rahwana atau disebut juga Dasamuka, telah menculik istri dari Sri Rama yaitu Dewi Sita, maka pecahlah perang besar antara Dasamuka dengan bala tentaranya yaitu raksasa melawan Sri Rama yang dibantu pasukan kera yang dipimpin oleh Hanoman.

Dalam perang tersebut, Dasamuka alias Rahwana yang sakti mandraguna tidak bisa mati walaupun terus dirajam oleh berbagai senjata milik Sri Rama.

Melihat kesaktian Dasamuka, Hanoman yang merupakan anak dewa, kemudian mengangkat sebuah gunung untuk menimbun tubuh Dasamuka.

Jadilah kemudian Dasamuka tertimbun hidup-hidup oleh gunung yang kemudian hari disebut sebagai Gunung Ungaran ini.

Dasamuka atau Rahwana yang tertimbun hidup-hidup di dasar Gunung Ungaran , konon setiap harinya mengeluarkan rintihan berupa suara menggelegar, arah suara berasal dari sumber air panas yang terdapat di kawasan Gunung Ungaran .

Seiring berjalannya waktu, sumber air panas yang mengandung belerang itu akhirnya menjadi tempat mandi untuk menghilangkan beberapa penyakit kulit oleh masyarakat hingga saat ini.

Banyak yang mempercayai, Dasamuka atau Rahwana tersebut hingga kini masih hidup dan tertimbun di Gunung Ungaran .

Pada masa hidupnya, konon Dasamuka gemar meminum minuman keras, maka para pengunjung Gunung Ungaran dilarang membawa minuman keras saat berkunjung apalagi meminumnya.

Jika sampai Dasamuka mencium bau minuman keras tersebut, maka akan membangkitkan nafsu Dasamuka yang memang seorang peminum pada zaman dulunya.

Jika mencium aroma miras atau minuman keras tersebut, erangan Dasamuka akan semakin menjadi-jadi, ditandai sumber air panas akan semakin menggelegar, kalau sampai tubuh Dasamuka bergerak-gerak, bisa menimbulkan gempa kecil.

Di sisi lain, diyakini juga bahwa Hanoman kemudian berdiam di Gunung Telomoyo yang ada di wilayah Magelang dan juga Semarang yang lokasinya tidak jauh dari Gunung Ungaran .

Diyakini, Hanoman yang berdiam di Gunung Telomoyo selalu mengawasi Dasamuka yang tertimbun di Gunung Ungaran .

Jika sewaktu-waktu Dasamuka bangkit maka tentu Hanoman akan menyerangnya kembali, terlebih jika Dasamuka bangkit akibat mencium bau minuman keras.

cerita rakyat Indonesia

Cerita rakyat jawa tengah, gunung ungaran, dongeng sebelum tidur.

7 Rekomendasi Sabun Mandi Aroma Strawberry, Wangi Menyegarkan Bikin Semangat Beraktivitas

BERITA TERKINI

Berita populer.

Cerita-Rakyat-Jawa-Tengah-Legenda-Gunung-Andong-Misteri-dan-Mitos-Gunung-Andong-dan-Makam-Keramat.jpg

Cerita Rakyat Jawa Tengah Legenda Gunung Andong - Misteri dan Mitos Gunung Andong dan Makam Keramat

Cerita-Rakyat-Jawa-Tengah-Legenda-Gunung-Bismo-Mitos-Gunung-Bismo-Makam-di-Puncak-Gunung-Bismo.jpg

Cerita Rakyat Jawa Tengah Legenda Gunung Bismo - Mitos Gunung Bismo - Makam di Puncak Gunung Bismo

Kisah-Nabi-Nuh-Singkat-tentang-Dakwah-dan-Kapal-Nabi-Nuh-dan-Kisah-Istri-Nabi-Nuh-serta-Doa-Nabi-Nuh.jpg

Kisah Nabi Nuh Singkat tentang Dakwah dan Kapal Nabi Nuh dan Kisah Istri Nabi Nuh serta Doa Nabi Nuh

Momekdo-Viral-Apa-Itu-Momekdo-dalam-Bahasa-Gaul-dan-Arti-Kata-Momekdo-dan-Arti-Momekdo-Bahasa-Gaul.jpg

Momekdo Viral, Apa Itu Momekdo dalam Bahasa Gaul dan Arti Kata Momekdo dan Arti Momekdo Bahasa Gaul

Kisah-Isra-Miraj-Singkat-dan-Kisah-Perjalanan-Isra-Miraj-Lengkap-Kisah-Isra-Miraj-yang-Shahih.jpg

Kisah Isra Miraj Singkat dan Kisah Perjalanan Isra Mi'raj Lengkap - Kisah Isra Mi'raj yang Shahih

Rumah Bandung Arcamanik - Nego Deal Rumah 2 Muka Pusat Kuliner Arcamanik Endah Dkt Antapani Bandung 1000027-109

© 2024 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media .

All right reserved, privacy policy, pedoman media siber, terms of use.

ComScore

Russia Travel Blog  | All about Russia in English

  • About our blog
  • RussiaTrek.org

Sidebar →

  • Architecture
  • Entertainment
  • RussiaTrek.org News

RussiaTrek.org - site about Russia

  • Send us a tip with a message
  • Support RussiaTrek.org
  • Travel Guide to Ukraine
  • Comments RSS

← Sidebar

The trains and stations of the Moscow Metro

2 Comments · Posted by Alex Smirnov in Cities , Travel , Video

The Moscow Metro is the third most intensive subway system in the world after Tokyo and Seoul subways. The first line was opened on May 15, 1935. Since 1955, the metro has the name of V.I. Lenin.

The system consists of 12 lines with a total length of 305.7 km. Forty four stations are recognized cultural heritage. The largest passenger traffic is in rush hours from 8:00 to 9:00 and from 18:00 to 19:00.

Cellular communication is available on most of the stations of the Moscow Metro. In March 2012, a free Wi-Fi appeared in the Circle Line train. The Moscow Metro is open to passengers from 5:20 to 01:00. The average interval between trains is 2.5 minutes.

The fare is paid by using contactless tickets and contactless smart cards, the passes to the stations are controlled by automatic turnstiles. Ticket offices and ticket vending machines can be found in station vestibules.

trek gunung ungaran

Tags:  Moscow city

You might also like:

Yaroslavsky railway station, Moscow stowing away

The bridge over Zolotoy Rog Bay in Vladivostok

The views of St. Petersburg from the TV tower >>

' src=

Tomás · August 27, 2012 at 11:34 pm

The Moscow metro stations are the best That I know, cars do not.

' src=

Alberto Calvo · September 25, 2016 at 8:57 pm

Great videos! Moscow Metro is just spectacular. I actually visited Moscow myself quite recently and wrote a post about my top 7 stations, please check it out and let me know what you think! :)

http://www.arwtravels.com/blog/moscow-metro-top-7-stations-you-cant-miss

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  • January 2024
  • December 2023
  • November 2023
  • October 2023
  • September 2023
  • August 2023
  • February 2023
  • What to see
  • Elektrostal
  • 9th radio centre of Moscow

9th radio centre of Moscow, Elektrostal

#11 among attractions in Elektrostal

9th radio centre of Moscow location map

9th radio centre of Moscow – popular in the area (distance from the attraction)

Nearby attractions include: Park otdyha, Istoriko-hudozestvennyj muzej, Vystavocnyj zal, Park otdyha.

park otdyha elektrostal location map

Park otdyha, Elektrostal

30 min walk • Amusement, Amusement park

istoriko hudozestvennyj muzej elektrostal location map

Istoriko-hudozestvennyj muzej, Elektrostal

19 min walk • Museum

vystavocnyj zal elektrostal location map

Vystavocnyj zal, Elektrostal

17 min walk • Museum

park otdyha elektrostal location map

24 min walk • Amusement, Amusement park

shopping center elektrostal location map

Shopping Center, Elektrostal

32 min walk • Shopping, Shopping centre

Tvel completes development of new fuel for Paks nuclear plant

!{Model.Description}

VVER-440 fuel fabrication (Credit: Tvel)

The full package of documents is handed over to the Hungarian customer, MVM Paks Ltd, for further licensing of the new fuel by the national nuclear power regulator, Tvel said.

The first fuel assemblies have also passed acceptance testing at Tvel's Elemash Machine-building plant in Elektrostal, Moscow region.

The new modification of VVER-440 second generation fuel increases the efficiency of fuel usage and advances the economic performance of the power plant operation, Tvel said.  

The engineering contract for development of the new VVER-440 fuel was signed in late 2017. The development and validation work involved a number of Russian enterprises, including OKB Gidropress (a part of Rosatom machine-building division Atomenergomash), Bochvar Institute (material science research facility of TVEL Fuel Company), Elemash Machine-building plant and Kurchatov Institute national research center. At the site of OKB Gidropress research and experiment facility, the new fuel passed a range of hydraulic, longevity and vibration tests .

The first consignment of the modified fuel will be delivered to Paks nuclear power plant later this year. The four-unit Paks nuclear plant, which entered operation between 1982 and 1987 currently operate on a 15-month fuel cycle and supply around 50% of Hungary's electricity.

Photo: Fabrication of new VVER-440 fuel for Paks nuclear plant (Credit: Tvel)

  • Terms and conditions
  • Privacy Policy
  • Newsletter sign up
  • Digital Edition
  • Editorial Standards

trek gunung ungaran

IMAGES

  1. GUNUNG UNGARAN: Tiket & 4 Jalur Pendakian Januari 2024

    trek gunung ungaran

  2. Gunung Ungaran Harga Tiket dan Jalur Pendakian Januari 2024

    trek gunung ungaran

  3. Jelajah Gunung Ungaran Nikmati Indahnya Panorama dari ‘Atap’ Semarang

    trek gunung ungaran

  4. Pendakian Gunung Ungaran via Basecamp Mawar

    trek gunung ungaran

  5. Jalan-jalan Di Pendakian Gunung Ungaran Semarang

    trek gunung ungaran

  6. Gunung Ungaran, tempat yang ramah bagi pendaki pemula

    trek gunung ungaran

VIDEO

  1. MT Gunung Geulis Bawa Pulang Saharan Crude

  2. Hampir menyerah dengan trek Gunung #kerinci setelah erupsi 2023

  3. trek gunung merbabu

  4. TREKKING GUNUNG BATU

  5. Trek Gunung Kembang Via Lengkong

  6. Puncak Botak Gunung Ungaran Via Perantunan

COMMENTS

  1. 2 Jalur Pendakian Resmi Gunung Ungaran (Update 2023)

    Apa spesialnya? Well, setidaknya ada 5 alasan kenapa Gunung Ungaran menjadi favorit banyak pendaki gunung: Pertama, jalur pendakiannya relatif pendek dan ramah untuk pendaki pemula. Jalur pendakian Gunung Ungaran didominasi trek yang landai dan waktu tempuhnya hanya sekitar 3-5 jam perjalanan.

  2. Gunung Ungaran

    Puncak Ungaran. Puncak Botak (2,049m according to Bakosurtanal and 2,050m according to a colonial-era map from 1943) - as 'botak' means bald it is no surprise that this is a treeless, grassy peak in the middle of the range. This is the true summit of the range. Puncak Gendol.

  3. Mount Ungaran via Perantunan, Central Java, Indonesia

    Mount Ungaran via Perantunan. Experience this 4.8-mile out-and-back trail near Semarang, Central Java. Generally considered a challenging route, it takes an average of 4 h 28 min to complete. This is a popular trail for backpacking, camping, and hiking, but you can still enjoy some solitude during quieter times of day.

  4. GUNUNG UNGARAN: Tiket & 4 Jalur Pendakian Februari 2024

    Qonita Dian Diperbarui: 16/01/2024 12:32 Area perkemahan gunung Ungaran. Foto: Google Maps/Tito Aditya Gunung Ungaran Harga Tiket Masuk: Rp20.000 Jam Buka: 24 jam Nomor Telepon: - Alamat: -, Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia, - Daftar Isi Harga Tiket Masuk Gunung Ungaran Jam Buka Gunung Ungaran Gunung Ungaran nan Menantang

  5. Gunung Ungaran, Jalur Pendakian Via Mawar Camp

    Curug Lowo, Curug Benowo, dan yang lainnya. jalur yang epic banget. google maps. sumber: Dani Fakta simak juga: tempat wisata di ungaran Gunung Ungaran memiliki ketinggian sekitar 2.050 mdpl, dan termasuk ke dalam Gunung Berapi namun kondisinya sekarang sedang tidak aktif.

  6. Mengenal Gunung Ungaran yang Ramah Buat Pendaki Pemula

    Gunung Ungaran adalah salah satu gunung berapi yang ada di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Gunung ini populer sebagai kawasan ramah pendakian dan kerap menjadi destinasi bagi pendaki. Kawasan Gunung Ungaran ini dikelilingi Kota Ambarawa, Kota Semarang dan Laut Jawa, Kota Ungaran, serta Candi Songo. Daya Tarik Gunung Ungaran

  7. Mount Ungaran via Mawar, Central Java, Indonesia

    Description Waypoints Mount Ungaran via Mawar (Gunung Ungaran via Mawar) Mount Ungaran via the route from Mawar camp is still quite sloping and occasionally slightly uphill. At the beginning of the trip, you will see a dominating view like a pine forest.

  8. Gunung Ungaran: Daya Tarik, Jalur Pendakian, dan Harga Tiket

    Kompas.com - 27/07/2022, 13:46 WIB Dini Daniswari Editor Lihat Foto Pemandangan di Puncak Gunung Ungaran. (KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA) KOMPAS.com - Gunung Ungaran terletak di Kota Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Gunung Ungaran populer sebagai kawasan pendakian di Jawa Tengah.

  9. Jalan-jalan Di Pendakian Gunung Ungaran Semarang

    1. Trek Pendakian yang Ramah bagi Pemula Gunung Ungaran memiliki ketinggian sekitar 2.050 meter di atas permukaan laut. Pada lereng gunung, dihiasi dengan kawasan kebun teh dan bumi perkemahan yang sejuk.

  10. Pendakian Gunung Ungaran Jalur Basecamp Mawar

    Sebenarnya, Gunung Ungaran ini bisa dicapai dari banyak jalur seperti jalur Medini, jalur Gedong Songo, dan dua jalur yang sudah ditutup yaitu jalur Curug Lawe serta jalur Nglimut. Jika lewat jalur Medini, baik motor ataupun mobil bisa sampai di desa terakhir yaitu Promasan namun dengan jalanan yang berbatu dan ala kadarnya.

  11. Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan Buka Lagi, Ada Batasan Kuota

    2 Lihat Foto Pemandangan di Puncak Gunung Ungaran. (KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA) KOMPAS.com - Jalur pendakian Gunung Ungaran via Perantunan kembali buka untuk wisatawan. Informasi itu dikonfirmasi oleh salah satu petugas Basecamp Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan bernama Widodo.

  12. Detail Pendakian Gunung Ungaran via Jimbaran

    Mounture.com — Gunung Ungaran yang terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah memiliki ketinggian 2.050 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini memiliki beberapa jalur pendakian, yaitu Gedong Songo, Jimbaran, dan Medini/Promosan dan Perantunan. ... Setelah menemui sungai kecil, trek pendakian akan kembali menanjak sampai ke ...

  13. Solo Hiking Gunung Ungaran via Perantunan (Full Trek

    Setelah mendaki Gunung Lawu, saya melanjutkan mendaki ke Gunung Ungaran melalui jalur Perantunan, Semarang, Jawa Tengah.Follow Medsos Kami:https://www.instag...

  14. Pendakian Gunung Ungaran via Perantunan, Jalur Eksotis dengan 3 Puncak

    Salah satu jalur pendakian Gunung Ungaran yang digemari para pendaki adalah Basecamp Perantunan. Basecamp Perantunan terletak di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Lokasinya yang cukup dekat dengan pusat kota membuatnya disukai oleh para pendaki untuk menggapai puncak Gunung Ungaran.

  15. Tektok Santai 3 Puncak Gunung Ungaran Via Parantunan trek ...

    Gunung Ungaran adalah gunung berapi bertipe stratovolcano yang terletak di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah dan memiliki ketinggian 2.050 meter. Wala...

  16. Aturan Pendakian Gunung Ungaran via Mawar, Dilarang Solo Hiking

    Salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Ungaran adalah via Mawar di Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Pendakian Ungaran via Basecamp Mawar nantinya menjangkau puncak Banteng Raiders, salah satu puncak Gunung Ungaran selain Puncak Botak dan Bondolan (via Perantunan). Apabila hendak mendaki ke Gunung Ungaran via Basecamp ...

  17. Mount Ungaran via Mawar, Central Java, Indonesia

    Mount Ungaran through the path from Mawar camp is still quite gentle and occasionally a little uphill. At the beginning of the journey you will see a dominating view such as a pine forest. You can walk leisurely and do not need to rush while enjoying the tranquility and beauty in the forest.

  18. Pendakian Gunung Ungaran 2.050 mdpl via Basecamp Mawar

    Gunung Ungaran adalah gunung berapi stratovolcano dengan ketinggian 2.050 mdpl. Gunung Ungaran sangat cocok bagi pendaki pemula meski medan pendakiannya tidak bisa diremehkan begitu saja. Adanya kebun teh di jalur pendakian juga menarik minat para wisatawan untuk mendaki ke kaki Gunung Ungaran.

  19. Gambaran Trek & Estimasi Waktu Tektok Menuju 3 Puncak Gunung Ungaran

    Hai, 1 Oktober 2023. Tektok gunung ungaran via perantunan langsung explore 3 puncak. Trek menuju ke BR gokil banget!. Penasaran? Tonton sampe abis yaaa!. Enj...

  20. Yuzhny prospekt, 6к1, Elektrostal

    Get directions to Yuzhny prospekt, 6к1 and view details like the building's postal code, description, photos, and reviews on each business in the building

  21. Cerita Rakyat Jawa Tengah Legenda Gunung Ungaran dan Misteri Gunung

    TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kali ini cerita rakyat Indonesia adalah cerita rakyat Jawa Tengah yakni legenda Gunung Ungaran dan misteri Gunung Ungaran yang bisa jadi dongeng sebelum tidur untuk anak. Konon pada zaman dahulu, Rahwana atau disebut juga Dasamuka, telah menculik istri dari Sri Rama yaitu Dewi Sita, maka pecahlah perang besar antara Dasamuka dengan bala tentaranya yaitu raksasa ...

  22. The trains and stations of the Moscow Metro · Russia Travel Blog

    The Moscow Metro is the third most intensive subway system in the world after Tokyo and Seoul subways. The first line was opened on May 15, 1935.

  23. 9th radio centre of Moscow, Elektrostal

    The 9th radio centre of Moscow was a high power shortwave and medium wave broadcasting facility at Elektrostal near Moscow.Its broadcasting frequency was 873 kHz with a transmission power of up to 1200 kilowatts. It was also used as radio jammer of "unwanted" stations.

  24. Tvel completes development of new fuel for Paks nuclear plant

    Russian fuel company TVEL has completed a project to develop and validate nuclear fuel modifications for the VVER-440 reactors in operation at the Paks nuclear power plant in Hungary. The full package of documents is handed over to the Hungarian customer, MVM Paks Ltd, for further licensing of the new fuel by the national nuclear power ...